Agus Patminto Desak Eri Cahyadi dan Armuji Hormati Nilai Demokrasi dan Etika Politik

POLITIK714 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Kader PDI Perjuangan sekaligus korban peristiwa 27 Juli 1996, Agus Patminto, menyatakan keprihatinannya terhadap perilaku politik yang ditunjukkan oleh Eri Cahyadi dan Armuji, dua figur yang saat ini aktif memimpin Kota Surabaya.

Caleg DPRD Jatim PDIP dapil X ini menyoroti tindakan keduanya yang dianggap tidak memiliki etika berpolitik serta merendahkan martabat PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Dalam pernyataannya, Patminto menyayangkan langkah Eri Cahyadi dan Armuji yang telah mendaftar sebagai calon yang akan diusung oleh PDI Perjuangan Kota Surabaya, namun masih berkeliling melamar ke partai lain di kota tersebut.

Menurutnya, tindakan ini tidak hanya melanggar etika politik, tetapi juga merendahkan marwah partai.

Baca Juga :  E-Katalog Adalah Upaya Transparansi dan Pencegahan Korupsi di Pilkada Serentak 2024

“Apapun alasannya, urusan gotong royong atau lainnya, itu adalah tugas partai, bukan kandidat,” tegasnya.

Patminto juga merasa risih dengan pemasangan baliho yang dilakukan oleh relawan Eri Cahyadi yang dianggap tidak tepat waktu dan tidak sesuai tradisi kader PDI Perjuangan.

Ia mempertanyakan legalitas baliho tersebut dan mendesak Satpol PP untuk menertibkannya jika tidak memenuhi aturan.

Selain itu, Patminto mengkritik perilaku buruk dalam politik yang menurutnya hanya akan meniru model yang tidak beretika seperti yang dilakukan oleh Jokowi. Ia mengingatkan bahwa tindakan buruk yang tidak ditegur akan menjadi kebiasaan buruk.

Oleh sebab itu, Patminto mendesak Eri Cahyadi dan Armuji untuk berhenti menciderai nilai demokrasi dan berpolitik dengan cerdas, santun, serta menjunjung moralitas dalam Pilkada serentak 27 November 2024.

Baca Juga :  Surabaya tercatat Pengaduan Korupsi Tertinggi di Jatim, Ini Klarifikasi Walikota Eri!

Ia juga mendesak struktur partai, khususnya Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, untuk aktif mempersiapkan kemenangan dan melakukan lobi politik ke partai lain, serta menegaskan bahwa tugas kandidat bukanlah melamar ke partai lain.

“PDIP Kota Surabaya harus memberi contoh sistem demokrasi yang baik dan benar dalam kontestasi Pilwali Kota Surabaya saat ini, bukan menghalalkan segala cara. Kader PDI Perjuangan harus meraih kemenangan dengan cara yang terhormat dan kalah pun dengan terhormat,” tutupnya. (dk/ha)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *