Peningkatan Pengamanan 4625 Personel di Jakarta Pusat Akibat Dua Aksi Unjuk Rasa di DPR-Monas Hari Ini
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 10 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pihak kepolisian telah meningkatkan pengamanan di wilayah Jakarta Pusat menyusul rencana dua aksi unjuk rasa yang akan digelar hari ini. Kedua aksi tersebut akan berlangsung di dua lokasi strategis, yaitu depan gedung DPR RI dan silang selatan Monas. Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat, sebanyak 4.625 personel polisi diterjunkan dalam operasi pengamanan ini.
Jumlah Personel yang Diterjunkan
Menurut informasi yang diperoleh, jumlah personel dibagi secara merata untuk mengamankan kedua titik lokasi. Sebanyak 2.921 personel ditempatkan di area silang selatan Monas/Gambir, sementara 1.704 personel lainnya ditugaskan di sekitar gedung DPR RI.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, menjelaskan bahwa penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan situasi terkini dan potensi risiko yang mungkin muncul. Ia menekankan bahwa pihak kepolisian tidak melakukan pengalihan atau rekayasa lalu lintas, tetapi hanya melakukan pengaturan sesuai kondisi di lapangan.
“Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat, silakan melakukannya secara tertib dan sesuai aturan,” ujar Ruslan kepada wartawan.
Pelaku Aksi Unjuk Rasa
Dari informasi yang didapatkan, aksi unjuk rasa kali ini diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk para buruh dan elemen organisasi lainnya. Salah satu kelompok yang terlibat adalah Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), yang sering kali menjadi pelaku utama dalam aksi-aksi yang berlangsung di kawasan Jakarta Pusat.
Selain itu, ada juga partisipasi dari beberapa kelompok massa yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka menggelar aksi di halaman depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.
Persiapan dan Keamanan
Pihak kepolisian telah mempersiapkan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat untuk menghadapi aksi unjuk rasa ini. Selain jumlah personel yang besar, mereka juga menyiapkan alat komunikasi dan koordinasi yang memadai agar bisa responsif terhadap situasi apapun yang terjadi.
Tidak hanya itu, petugas juga akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas di sekitar lokasi aksi untuk memastikan tidak ada tindakan anarkis atau gangguan keamanan yang berpotensi mengganggu masyarakat luas.
Peran Polisi dalam Pengamanan
Iptu Ruslan menegaskan bahwa tugas utama pihak kepolisian adalah memberikan perlindungan dan pengamanan bagi masyarakat, bukan untuk membungkam kebebasan berpendapat. Ia menilai bahwa aksi unjuk rasa merupakan bagian dari hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi.
“Kami akan terus menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan bahwa semua pihak dapat menyampaikan aspirasi mereka secara damai dan tertib,” tambahnya.
Tantangan dalam Pengamanan
Meski persiapan sudah dilakukan secara matang, pengamanan tetap menghadapi tantangan, terutama karena jumlah peserta yang cukup besar dan lokasi yang berdekatan dengan pusat keramaian. Oleh karena itu, pihak kepolisian terus memantau perkembangan situasi dan siap melakukan tindakan jika diperlukan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari area yang sedang dijadikan tempat aksi unjuk rasa. Mereka diminta untuk menggunakan jalur alternatif agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. ***

>

Saat ini belum ada komentar