Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Formappi Dorong Evaluasi Seluruh Tunjangan Anggota DPR, Bukan Hanya Perumahan

Formappi Dorong Evaluasi Seluruh Tunjangan Anggota DPR, Bukan Hanya Perumahan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peneliti Sebut Penghapusan Tunjangan Perumahan DPR RI Hanya Langkah Awal

DIAGRAMKOTA.COM – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menyambut baik penghapusan tunjangan perumahan sebesar Rp 50 juta per bulan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Namun, ia menilai bahwa langkah tersebut masih belum cukup untuk menciptakan sistem tunjangan yang lebih transparan dan efisien.

Formappi merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus pada pengawasan dan advokasi terhadap kinerja parlemen Indonesia, khususnya DPR dan MPR. Dalam pandangannya, evaluasi menyeluruh terhadap seluruh jenis tunjangan yang diterima anggota dewan sangat diperlukan.

Penghapusan tunjangan perumahan mulai berlaku pada 31 Agustus 2025. Selain itu, DPR juga memberlakukan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri sejak 1 September 2025, kecuali untuk undangan kenegaraan. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan publik melalui tuntutan rakyat dalam bentuk 17+8.

Meski demikian, Lucius mengingatkan bahwa pendapatan bulanan anggota DPR masih tergolong tinggi. Jika melihat total take home pay (THP) yang mencapai sekitar Rp 65 juta per bulan, ia menilai tidak ada penyesuaian signifikan pada tunjangan lainnya.

Tunjangan Komunikasi Intensif yang Menimbulkan Pertanyaan

Salah satu tunjangan yang menjadi sorotan adalah tunjangan komunikasi intensif senilai lebih dari Rp 20.033.000 per bulan. Lucius mempertanyakan bentuk komunikasi seperti apa yang membutuhkan anggaran sebesar itu secara rutin.

“Kan banyak tuh yang nanya, eksekusi tunjangan komunikasi intensif dengan masyarakat itu apa? Beli pulsa, beli paket, atau apa? Seintensif apa komunikasi anggota DPR dengan dukungan tunjungan sebesar itu?” ujarnya.

Menurut dia, jika DPR dianggap belum cukup aspiratif, maka efektivitas tunjangan komunikasi ini patut dipertanyakan.

Duplikasi Tunjangan yang Tidak Efisien

Lucius juga menyoroti keberadaan dua jenis tunjangan yang dinilai memiliki tujuan serupa, yakni tunjangan jabatan sebesar Rp 9,7 juta dan tunjangan kehormatan sebesar Rp 7,1 juta. Selain itu, tunjangan terkait peningkatan fungsi dan honorarium kegiatan pengikatan fungsi dewan juga tampak sama tujuannya.

“Tetapi dibikin seolah-olah menjadi hal yang berbeda. Kan bisa terlihat kalau jenis atau item tunjangan ini menjadi semacam strategi untuk bisa menambah pundi-pundi saja,” tegas Lucius.

Evaluasi Sistem Tunjangan Diperlukan

Formappi berharap penghapusan tunjangan perumahan menjadi langkah awal menuju perombakan sistem tunjangan yang lebih transparan dan efisien. “Jadi evaluasi menyeluruh pada jenis tunjangan ini diperlukan untuk melihat efektifitas tunjangan-tunjangan itu diberikan kepada anggota,” imbuh Lucius.

Diketahui, pimpinan DPR dan seluruh Ketua Fraksi telah sepakat untuk melakukan penghapusan tunjangan rumah dan pemangkasan sejumlah tunjangan fasilitas anggota dewan. Atas penghapusan beberapa poin tunjangan anggota DPR RI tersebut, kini terbilang take home pay (THP) anggota DPR RI perbulan sebanyak Rp 65.595.730.

Rincian Gaji dan Tunjangan Anggota DPR RI

Berikut rincian penghasilan gaji anggota DPR RI per bulan:

  • Gaji Pokok: Rp 4.200.000
  • Tunjangan Suami/Istri Pejabat Negara: Rp 420.000
  • Tunjangan Anak Pejabat Negara: Rp 168.000
  • Tunjangan Jabatan: Rp 9.700.000
  • Tunjangan Beras Pejabat Negara: Rp 289.680
  • Uang Sidang/Paket: Rp 2.000.000
  • Biaya Peningkatan Komunikasi Intensif dengan Masyarakat: Rp 20.033.000
  • Tunjangan Kehormatan Anggota DPR RI: Rp 7.187.000
  • Peningkatan Fungsi Pengawasan dan Anggaran Sebagai Pelaksana Konstitusional Dewan: Rp 4.830.000
  • Fungsi legislasi: Rp 8.461.000
  • Fungsi Pengawasan: Rp 8.461.000
  • Fungsi Anggaran: Rp 8.461.000

Total keseluruhan tunjangan mencapai Rp 74.210.680, namun terdapat pengurangan pajak PPh 15 persen sebesar Rp 8.614.950. Maka total take home pay dari anggota DPR RI secara keseluruhan perbulan sebesar Rp 65.595.730. (*)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Perangkat Desa Memukul dan Kriminalisasi Wartawan Waka DPW PWDPI Jatim

    Oknum Perangkat Desa Memukul dan Kriminalisasi Wartawan Waka DPW PWDPI Jatim

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Diagram Kota Kediri – Kediri, 19 Juli 2024 – Kejadian kontroversial yang melibatkan seorang wartawan dari Waka DPW PWDPI Jawa Timur terjadi kemarin di Balai Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Insiden ini berawal ketika wartawan tersebut mengunjungi balai desa. Menurut kronologi yang disampaikan korban, saat tiba di balai desa tersebut, ia bersama rekan wartawannya […]

  • Resmi Berizin OJK, Pegadaian Hadirkan Layanan Bullion Bank

    Resmi Berizin OJK, Pegadaian Hadirkan Layanan Bullion Bank

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 280
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – PT Pegadaian resmi mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan layanan Bullion Bank atau Bank Emas. Dengan izin ini, Pegadaian menjadi lembaga keuangan pertama di Indonesia yang menyediakan layanan tersebut. Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, mengonfirmasi kabar ini dalam keterangannya. Ia menyebutkan bahwa layanan Bullion Bank akan […]

  • Persebaya Surabaya, PSIM Yogyakarta

    Persebaya Surabaya Hadapi Tantangan Besar di Putaran Kedua Super League 2025–2026

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya kini berada di tengah situasi yang penuh tekanan. Meskipun putaran kedua Super League 2025–2026 belum dimulai, internal tim sudah mulai merasakan ketegangan. Ini bukan soal hasil pertandingan, melainkan masalah pengelolaan sumber daya yang terlalu banyak. Dari regulasi liga yang membatasi jumlah pemain asing hingga 11 orang, Persebaya saat ini memiliki 12 nama. […]

  • Anggota Polisi Diduga Peras Dua Warga Sidoarjo, Polrestabes Surabaya: Sudah Kami Amankan

    Anggota Polisi Diduga Peras Dua Warga Sidoarjo, Polrestabes Surabaya: Sudah Kami Amankan

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 203
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya akhirnya buka suara terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggotanya terhadap dua warga asal Sidoarjo. Oknum polisi tersebut kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh tim internal. Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Dewi Nainggolan, membenarkan bahwa kasus ini tengah ditangani serius. “Yang […]

  • Kapolri Kerahkan 10.759 Personel Tangani Bencana di Sumatera

    Kapolri Kerahkan 10.759 Personel Tangani Bencana di Sumatera

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri terus mengintensifkan pengerahan personel ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Hingga saat ini, sebanyak 10.759 personel Polri telah diterjunkan untuk mendukung penanganan bencana dan pemulihan di lapangan. “Sampai saat ini terdapat 10.759 personel yang terdiri dari 8.860 […]

  • Kasus Razia LGBT

    Kasus Razia LGBT: Imam Syafi’i Minta Polisi Tangguhkan Penahanan Tahanan Positif HIV, Soroti Risiko Penularan di Sel

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 335
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, mendesak aparat kepolisian meninjau ulang penahanan para tersangka kasus praktik LGBT yang terjaring razia baru-baru ini. Ia meminta penangguhan penahanan kasus razia LGBT, terutama bagi tahanan yang dinyatakan positif HIV, mengingat hingga kini belum ada ruang tahanan khusus bagi penderita penyakit menular tersebut. Pernyataan itu […]

expand_less