Bunda PAUD Rini Indriyani: Peran Ayah Kunci Bentuk Karakter Tangguh Anak

Ringkasan Berita:

  • Bunda PAUD Surabaya Rini Indriyani menegaskan peran krusial figur ayah dalam membentuk kemandirian dan ketegasan karakter anak.
  • Kunci keberhasilan pola asuh bertumpu pada kolaborasi solid antara ketegasan ayah dan kelembutan seorang ibu.
  • Pemkot Surabaya siap mendampingi para orang tua, terinspirasi dari kisah sukses ibu tunggal yang mengantar anak berkebutuhan khusus raih gelar S2.

DIAGRAMKOTA.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Bunda PAUD Kota Surabaya menegaskan pentingnya keterlibatan aktif orang tua, khususnya figur seorang ayah, dalam proses pengasuhan dan pendidikan karakter anak sejak usia dini. Kehadiran ayah dinilai memberikan fondasi psikologis yang kuat serta membawa pengaruh jangka panjang terhadap kematangan tumbuh kembang anak di masa depan.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, saat menghadiri agenda Roadshow Kelas Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di Rumah Anak Prestasi (RAP) Dukuh Menanggal, Surabaya, Kamis (24/9/2026). Di hadapan para orang tua yang hadir, Rini menggarisbawahi bahwa pola asuh tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak.

“Seorang ayah bisa mengajarkan berbagai hal, mulai dari menumbuhkan rasa mandiri, sikap tegas, memecahkan masalah, hingga berani bertanggung jawab. Sedangkan seorang ibu akan mengajarkan kelembutan dan kesabaran. Ketika seorang anak mendapatkan keduanya, pasti akan menjadi anak yang hebat,” ujar Rini.

Bunda PAUD: Harmoni Pola Asuh, Padukan Ketegasan Ayah dan Kelembutan Ibu

Menurut Rini, keseimbangan antara ketegasan figur ayah dan sentuhan kasih sayang ibu menjadi kombinasi ideal dalam mencetak generasi yang tangguh secara mental maupun emosional. Anak yang tumbuh dengan pendampingan utuh dari kedua belah pihak diyakini memiliki daya lentur tinggi dalam menghadapi dinamika sosial.

Di era keterbukaan informasi saat ini, literasi pengasuhan dinilai semakin mudah diakses. Rini mendorong orang tua memanfaatkan teknologi dan platform digital, seperti kanal YouTube bertema parenting, untuk memperkaya wawasan pola asuh modern. Selain itu, ruang diskusi dan bertukar pengalaman dengan sesama orang tua juga menjadi instrumen belajar yang efektif.

Meski sarana pembelajaran kian beragam, istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini menekankan bahwa kunci utama keberhasilan pengasuhan tetap berakar pada ketelatenan serta kerja sama yang solid antara suami dan istri di dalam rumah tangga.

Keteladanan Ibu Tunggal: Antar Anak Berkebutuhan Khusus Lulus S2 di Unair

Dalam forum tersebut, Rini turut membagikan kisah inspiratif mengenai perjuangan seorang ibu tunggal (single parent) yang sukses merawat dan mendidik lima orang anaknya hingga mencapai puncak prestasi akademik serta profesi yang membanggakan, di mana salah satu di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus.

“Dengan keterbatasan si Ibu ini, tapi kelima anaknya ini sukses semua, ada yang menjadi guru hingga dokter. Dan anaknya yang spesial (berkebutuhan khusus) ini juga lulus S2 dan sekarang menjadi pegawai tetap di kampus UNAIR. Dengan keterbatasan anaknya ini, ternyata Ibu-nya bisa mendampingi anaknya ke titik puncak yang luar biasa,” ungkapnya.

Kisah tersebut diharapkan menjadi suntikan moril dan pemantik optimisme bagi seluruh keluarga di Kota Pahlawan, baik yang mengasuh anak-anak berkebutuhan khusus maupun tidak, agar pantang menyerah dalam mendampingi potensi buah hati mereka.

Dukungan Nyata Pemkot Surabaya bagi Orang Tua dan Anak Istimewa

Menutup sesi pemaparan, Rini menegaskan keberpihakan Pemkot Surabaya dalam menyediakan ruang tumbuh yang inklusif bagi seluruh anak tanpa terkecuali. Fasilitas seperti Rumah Anak Prestasi (RAP) dan layanan konseling PUSPAGA disiapkan sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah tantangan para orang tua.

“Saya yakin, anak-anak istimewa ini adalah titipan Allah yang sudah diberikan dengan kelebihan dan kekurangannya. Karena itu semangat ya, karena panjenengan (anda) tidak sendirian dan ada Pemerintah Kota yang akan bisa membantu dan sama-sama mendoakan untuk mendampingi,” pungkas Rini.