DIAGRAMKOTA.COM – Musim kemarau yang sedang berlangsung menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dan pemerintah setempat. Di Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) mengajak warga untuk membangun budaya siaga bencana, terutama dalam menghadapi risiko kebakaran.
Menurut Sekretaris DPKP Surabaya, Denny Christupel Tupamahu, alat pemadam api ringan (APAR) harus tersedia di setiap kampung. Ia menekankan bahwa APAR bisa menjadi alat pertama dalam upaya pemadaman awal jika terjadi kebakaran.
“Setiap RT punya satu APAR,” ujarnya. “Jadi kalau ada kondisi darurat, warga RT langsung membawa APAR untuk melakukan pemadaman awal.”
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melapor ke Command Center 112 ketika menemukan kebakaran. Hal ini penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan mencegah api merambat ke benda lainnya.
Denny juga menyampaikan bahwa pembakaran sampah di ruang terbuka masih sering terjadi. DPKP akan segera melakukan tindakan jika menemukan aktivitas tersebut.
Kebakaran Terjadi Dua Hari Terakhir
Dalam dua hari terakhir, Surabaya mengalami dua peristiwa kebakaran. Pertama, kebakaran terjadi di rumah Jalan Jagir Sidomukti pada Kamis, 2 Juli 2026. Kedua, dua gudang mebel di Jalan Romokalisari terbakar pada Jumat, 3 Juli 2026.
Dari penyelidikan sementara, kebakaran di rumah Jalan Jagir Sidomukti diduga disebabkan oleh puntung rokok. Sementara itu, penyebab kebakaran di dua gudang mebel masih dalam penyelidikan.
Langkah Preventif dari DPKP Surabaya
DPKP Surabaya tidak hanya fokus pada respons darurat, tetapi juga pada langkah-langkah pencegahan. Salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran dan cara menghindarinya.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:
- Memastikan alat pemadam api seperti APAR tersedia di tempat-tempat umum.
- Membuat rencana evakuasi dan latihan tanggap darurat secara berkala.
- Menghindari penggunaan alat listrik yang tidak aman dan menjaga jarak antar benda yang mudah terbakar.
Pentingnya Kesadaran Bersama
Denny menekankan bahwa kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran. Setiap individu harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekitar dan memperkuat budaya siaga bencana.
“Kita semua harus saling mengingatkan dan bersama-sama mencegah kebakaran,” katanya.
Dengan langkah-langkah preventif dan kesadaran yang tinggi, Surabaya dapat mengurangi risiko kebakaran selama musim kemarau. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.***






















