Air Laut Pasang Picu Fenomena Backwater, DSDABM Surabaya Optimalkan Rumah Pompa dan Armada Penyedot
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Cuaca ekstrem dan fenomena alam berupa pasang air laut tinggi sejak dini hari memaksa jajaran teknis Pemerintah Kota Surabaya bekerja ekstra keras. Aliran air laut yang masuk ke daratan membuat aliran sungai menuju laut terhambat, sehingga memicu terjadinya fenomena backwater atau aliran balik di sejumlah kawasan hilir dan pesisir Kota Pahlawan.
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, mengonfirmasi bahwa kondisi pasang yang cukup tinggi ini sempat menghambat efisiensi kerja beberapa rumah pompa utama karena air dari daratan tidak dapat dibuang secara instan ke laut.
Menurut data monitoring DSDABM, wilayah terdampak aliran balik ini meliputi kawasan Tanjungsari, Tambak Mayor, Greges, hingga kawasan Petekan.
“Elevasi air laut sebelumnya sempat hampir mencapai 200 sentimeter. Namun, berdasarkan pantauan terkini di lapangan, kondisinya sudah berangsur-angsur turun ke kisaran 170 hingga 180 sentimeter,” terang Adi Gunita saat memberikan pembaruan mengenai situasi hidrologi kota.
Kolaborasi Lintas Dinas dan Pengerahan Armada Pompa Portabel
Menanggapi situasi tersebut, DSDABM tidak tinggal diam. Langkah taktis segera diambil dengan menerjunkan tim satgas drainase ke lokasi-lokasi kritis. Petugas di lapangan langsung melakukan penyisiran dan pengecekan menyeluruh pada saluran-saluran drainase primer maupun sekunder guna memastikan tidak ada sumbatan sampah yang dapat memperparah genangan.
Selain mengandalkan infrastruktur statis, Pemkot Surabaya juga menerapkan strategi jemput bola. DSDABM berkolaborasi aktif dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya untuk memobilisasi armada mobil unit penyedot air (fire truck dan pompa portabel).
Beberapa titik prioritas pengerahan armada penyedot air ini meliputi:
Kawasan industri dan pemukiman Tanjungsari
Koridor jalan raya Tambak Mayor
Kawasan Surabaya Timur di sekitar Bratang
Area pesisir di Kyai Tambak Deres
Menunggu Air Laut Surut untuk Performa Pompa Maksimal
Adi Gunita menegaskan bahwa manajemen pintu air dan rumah pompa terus disesuaikan secara dinamis mengikuti ritme pasang surut air laut. Begitu grafik elevasi air laut menunjukkan tren penurunan yang aman, seluruh kapasitas mesin pompa pasang-surut akan dipacu pada level tertinggi untuk menguras genangan di pemukiman warga secepat mungkin.
“Jadi kita optimalkan (rumah pompa). Kalau memang (air laut) sudah surut, otomatis nanti kinerja pompanya kita optimalkan kembali,” tandas Adi secara lugas mengenai strategi kedaruratan banjir rob ini.
Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air, mengingat faktor sumbatan sekecil apa pun dapat memperlambat daya pias air menuju kolam retensi maupun rumah pompa terdekat.***

>
