Pemkot Surabaya Siapkan 87 Titik Dropbox untuk Pengelolaan Sampah Medis yang Lebih Aman
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat upaya pengelolaan sampah medis rumah tangga. Salah satu inisiatif utama adalah Gerakan Ayo Buang Sampah Obat (ABSO), yang menawarkan solusi aman dan ramah lingkungan bagi masyarakat dalam mengelola limbah medis. Dalam rangka memastikan keberlanjutan program ini, Pemkot telah menyiapkan sebanyak 87 titik dropbox khusus di berbagai fasilitas kesehatan.
Penyebaran Titik Dropbox di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, 87 titik dropbox tersebut tersebar di berbagai tempat seperti apotek, klinik, dan gerai Kimia Farma. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat tidak lagi membuang obat kedaluwarsa, masker bekas, atau limbah medis lainnya bersama sampah biasa.
Sekretaris DLH Kota Surabaya, Maria Agustin Yuristina, menjelaskan bahwa limbah medis harus dikelola dengan cara khusus karena potensi bahayanya terhadap kesehatan dan lingkungan. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah medis dari sumbernya agar tidak mencemari lingkungan.
“Yang paling utama adalah kami sudah memilah dari sumbernya supaya tidak membahayakan dan mencemari lingkungan,” ujar Maria.
Kampanye ABSO dan Edukasi Masyarakat
Gerakan ABSO telah diterapkan secara nasional dan terus dikampanyekan di berbagai fasilitas kesehatan. Maria menegaskan bahwa masyarakat diharapkan memanfaatkan dropbox yang tersedia untuk membuang obat-obatan maupun limbah medis tertentu secara aman.
“Kalau untuk dropbox sampah medis kami ada di 87 titik fasilitas kesehatan tingkat pertama. Hampir semua Kimia Farma itu sudah menyediakan dropbox untuk gerakan Ayo Buang Sampah Obat,” tambahnya.
Penguatan Pengawasan melalui Sistem Digital
Selain edukasi, Pemkot Surabaya juga memperkuat pengawasan pengelolaan limbah B3 melalui sistem pelaporan digital. Ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan sampah medis tetap sesuai standar dan tidak menimbulkan risiko lingkungan.
Tips Mengelola Sampah Medis dengan Benar
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk membuang sampah medis dengan benar:
- Jangan buang obat kadaluwarsa ke toilet atau saluran air.
- Gunakan dropbox yang tersedia di apotek, klinik, atau gerai Kimia Farma.
- Buang masker bekas dalam kantong plastik tertutup rapat.
- Jangan campurkan sampah medis dengan sampah umum.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pengelolaan Sampah Medis
Apa saja jenis sampah medis yang bisa dibuang di dropbox?
Sampah medis yang dapat dibuang di dropbox termasuk obat kadaluwarsa, masker bekas, alat suntik, dan benda-benda lain yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh.
Apakah dropbox gratis untuk digunakan?
Ya, penggunaan dropbox untuk sampah medis sepenuhnya gratis dan disediakan oleh Pemkot Surabaya.
Bagaimana cara mengenali dropbox yang resmi?
Dropbox resmi biasanya memiliki label jelas dan terletak di area yang mudah diakses, seperti dekat pintu masuk apotek atau klinik.***

>

Saat ini belum ada komentar