Pemkot Surabaya Siapkan 12 Ribu Agen dan Perkuat Infrastruktur Digital untuk Program Perlinsos Nasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan lebih dari 12 ribu agen khusus dalam rangka mendukung program digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) yang menjadi pilot project nasional. Proses ini dilakukan setelah Surabaya terpilih sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengintegrasian data lintas kementerian dan lembaga untuk memangkas angka salah sasaran dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).
Peran Agen dalam Pendaftaran dan Verifikasi Data
Eddy Christijanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa keberadaan agen sangat penting karena masih banyak warga yang memiliki keterbatasan literasi digital maupun tidak memiliki perangkat telepon pintar.
“Pemerintah Kota Surabaya sudah menunjuk agen 12.000 lebih. Agen yang sudah kita siapkan terdiri dari ASN pendamping Kampung Pancasila, ketua RT, ketua RW, kader PKH, pendamping TKSK juga kita libatkan. Karena walaupun kota besar, masih banyak warga yang literasi digitalnya rendah dan banyak juga yang sudah sepuh tidak punya perangkat handphone,” jelasnya saat mengisi Program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (5/6/2026).
Agen tersebut akan membantu masyarakat dalam proses pendaftaran maupun verifikasi data Perlinsos. Mereka juga akan menjadi mitra utama dalam menyebarkan informasi dan memastikan akses layanan yang lebih mudah bagi masyarakat.
Penguatan Infrastruktur Digital
Selain itu, Pemkot Surabaya juga memperkuat infrastruktur internet di berbagai fasilitas publik untuk menunjang pelaksanaan program tersebut. Eddy menekankan bahwa jaringan internet di Balai RW dan kantor-kantor kelurahan akan diperkuat agar para agen dapat bekerja secara efektif.
“Insyaallah di setiap RW sudah ada jaringan internet, termasuk di kantor-kantor kelurahan karena mereka nanti agen utamanya,” ujarnya.
Kesiapan Sistem dengan Uji Coba Langsung
Untuk menguji keakuratan sistem Perlinsos, Eddy pada kesempatan itu mengaku sempat mencoba mendaftarkan dirinya sendiri. Namun sistem secara otomatis menolak karena data yang terhubung dengan berbagai instansi menunjukkan dirinya tidak memenuhi kriteria penerima bantuan sosial.
“Saya sudah mencoba mendaftarkan ke Perlinsos, tapi ditolak. Tidak layak. Karena pertama ada status ASN. Yang kedua, dari data Korlantas saya punya mobil. Saya juga punya sertifikat rumah. Saya ingin melihat sejauh mana aplikasi ini bisa mendeteksi layak atau tidak layaknya seseorang menerima bantuan. Dan itu terbukti saya masuk kategori tidak layak,” ungkapnya.
Identitas Kependudukan Digital sebagai Pintu Masuk Layanan
Irvan Wahyudrajad, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjadi pintu utama akses layanan Perlinsos.
“IKD ini sebenarnya adalah identitas kependudukan digital yang merupakan versi digital dari KTP elektronik fisik yang biasa kita simpan di dompet. Tidak hanya KTP, tapi juga ada dokumen kependudukan lain seperti KK dan sebagainya yang bisa langsung diakses melalui smartphone,” kata Irvan.
Tingkat aktivasi IKD di Surabaya terus meningkat dan saat ini telah mencapai 32 persen dari total penduduk wajib KTP elektronik. Capaian ini mencerminkan komitmen Pemkot Surabaya dalam mempercepat transformasi digital dan meningkatkan akurasi data kependudukan.
Langkah Strategis untuk Keberhasilan Pilot Project
Surabaya menjadi satu-satunya kota di Jawa Timur yang terpilih dalam agenda pre-launching uji aplikasi mengintegrasikan data lintas kementerian dan lembaga. Ini menunjukkan bahwa kota ini memiliki kapasitas dan kesiapan dalam menerapkan sistem digitalisasi yang lebih efisien dan transparan.
Dengan pendekatan inovatif dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk memastikan bahwa bansos yang disalurkan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.***

>

Saat ini belum ada komentar