Cerita Menarik Azhar Kahfi Berbagi Saat Subuh untuk Pencari Nafkah di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Anggota DPRD Surabaya Jadikan Sedekah Subuh Kebiasaan Sejak Kecil

DIAGRMAKOTA.COM – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, mengaku telah lama membiasakan diri melakukan sedekah subuh sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut mengatakan kebiasaan itu sudah diajarkan orang tuanya sejak kecil dan terus dijalankan hingga sekarang.
“Sudah lama diajari oleh orang tua soal keutamaan sedekah subuh. Kalau ditanya sejak kapan, ya sejak punya uang sendiri,” ujar Azhar Kahfi, Minggu (17/5/2026).
Sedekah untuk Tukang Becak hingga Pedagang Pagi
Kahfi menuturkan, setiap selesai salat subuh dirinya selalu menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah. Jika belum sempat dibagikan langsung, uang tersebut dikumpulkan terlebih dahulu sebelum disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sasaran utama sedekah subuh yang dilakukannya adalah warga yang mulai bekerja sejak dini hari. Mulai dari tukang becak, penyapu jalanan, pedagang kaki lima, hingga pekerja lain yang belum sempat sarapan sebelum beraktivitas.
“Targetnya macam-macam, utamanya orang-orang yang beraktivitas mencari rezeki di waktu subuh seperti tukang becak, penyapu jalanan, pedagang yang bersiap menjajakan jualannya di pagi hari,” katanya.
Bagikan Nasi Bungkus dan Uang Tunai
Bentuk sedekah yang dibagikan Azhar Kahfi tergolong sederhana namun penuh makna. Ia biasanya membeli nasi bungkus dari warung yang sudah buka saat subuh, kemudian membagikannya bersama sedikit uang tunai untuk membeli kopi atau minuman.
“Saya biasanya membeli beberapa nasi bungkus dari warung yang sudah buka saat subuh, lalu dibagikan beserta sedikit uang untuk ngopi atau beli minum,” tuturnya.
Selain turun langsung ke jalan, Kahfi juga kerap menitipkan makanan dan minuman di masjid maupun musholla untuk jamaah salat subuh.
Tak hanya itu, ia sesekali memberikan tambahan tip kepada pengemudi ojek online yang pernah mengantarkan dirinya melalui aplikasi.
Doa Tulus Jadi Penyemangat
Dalam setiap kegiatan berbagi tersebut, Kahfi mengaku sering mendapatkan doa dan ucapan syukur dari para penerima manfaat. Hal itu menjadi motivasi baginya untuk terus istiqomah menjalankan sedekah subuh.
“Saya biasanya tanya dulu, ‘sudah sarapan pak bu?’ Mereka jawab ‘dereng’. Lalu saya bilang, ‘niki wonten damel sarapan lan yotro sekedik’. Respon mereka ya doa dan rasa syukur yang tulus,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya bukan untuk pamer, melainkan sebagai bentuk syiar agar semakin banyak masyarakat tergerak melakukan kebaikan serupa.
“Yang seperti saya ini banyak. Banyak orang melakukan sedekah subuh. Saya menceritakan ini bukan bagian dari riya’, melainkan syiar untuk sesama. Bentuk istiqomah untuk tetap peduli kepada sesama manusia,” jelasnya.
Harap Jadi Gerakan Sosial Warga Surabaya
Kahfi berharap semangat sedekah subuh dapat menjadi gerakan bersama di Kota Surabaya guna memperkuat kepedulian sosial antarwarga.
Menurutnya, waktu subuh bukan hanya menjadi awal memulai aktivitas, tetapi juga momentum untuk menebar manfaat kepada sesama.
“Subuh itu bukan hanya sekadar memulai hari, tapi juga memulai dan menebar kebaikan dengan sesama. Semoga ini bisa menjadi gerakan bersama untuk lebih peduli pada warga Surabaya,” pungkasnya.***

>
>
