Pemenuhan Kuota Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Capai 50 Persen
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sejumlah data menunjukkan bahwa proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya telah mencapai sekitar 50 persen dari total kuota yang ditetapkan. Hingga Rabu (6/5/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 21.246 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 56 kloter. Angka ini menjadi indikator keberhasilan operasional pemberangkatan yang berlangsung secara efisien.
Total rencana pemberangkatan tahun ini mencapai 44.080 orang, yang terdiri dari 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU). Jumlah tersebut dibagi dalam 116 kloter. Dari total tersebut, sebanyak 19.728 jemaah telah diberangkatkan melalui 52 kloter hingga 5 Mei 2026. Pada hari berikutnya, tambahan 1.518 jemaah dari empat kloter diterbangkan sehingga total keberangkatan mencapai 21.246 orang.
Jemaah perempuan mendominasi jumlah pemberangkatan dengan 11.366 orang, sedangkan jemaah laki-laki sebanyak 9.880 orang. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak perempuan yang memenuhi syarat untuk menjalani ibadah haji pada musim ini.
Pengelolaan Kursi dan Mutasi Jemaah
PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat adanya 75 mutasi keluar yang memengaruhi ketersediaan kursi keberangkatan. Namun, sebanyak 41 kursi berhasil terisi kembali melalui mutasi masuk, sehingga tersisa 34 kursi kosong. Mutasi keluar terjadi karena berbagai alasan seperti jemaah sakit, hamil, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, atau alasan teknis. Sementara itu, mutasi masuk berasal dari jemaah cadangan maupun pengalihan nomor kloter untuk mengisi kursi kosong.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyatakan bahwa proses pemberangkatan berjalan tertib dan lancar berkat koordinasi lintas sektor. “Seluruh kloter yang diberangkatkan sejauh ini berjalan tepat waktu. Mekanisme mutasi juga efektif dalam mengoptimalkan keterisian kursi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pelayanan terhadap jemaah yang mengalami kendala kesehatan tetap menjadi prioritas utama agar dapat diberangkatkan pada kesempatan berikutnya.
Performa Penerbangan dan Kesiapan Jemaah
Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, seluruh 54 kloter yang telah diberangkatkan mencatat On Time Performance (OTP) 100 persen tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal. Ini menunjukkan bahwa sistem penerbangan dan logistik telah diatur dengan sangat baik.
Sementara itu, masih terdapat lima calon jemaah haji yang tertunda keberangkatannya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Mereka terdiri atas empat jemaah sakit dan satu pendamping yang masih menjalani penanganan. Proses pemeriksaan kesehatan dan persiapan administratif dilakukan secara intensif agar para jemaah dapat segera diberangkatkan.
Pada 7 Mei 2026, sebanyak 1.140 jemaah dari tiga kloter dijadwalkan tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Jombang, Kediri, Mojokerto, dan Kota Malang. Proses pemberangkatan akan terus berlanjut hingga semua kuota terpenuhi.
Peran PPIH dalam Menjaga Kelancaran Operasional
PPIH Embarkasi Surabaya berperan penting dalam memastikan kelancaran proses pemberangkatan jemaah haji. Tidak hanya mengelola kloter dan mutasi, mereka juga memberikan pelayanan khusus kepada jemaah yang memiliki kondisi kesehatan khusus. Selain itu, PPIH juga bekerja sama dengan berbagai instansi terkait seperti kantor kesehatan, polisi, dan maskapai penerbangan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama perjalanan.***
- Penulis: Diagram Kota

>
>

Saat ini belum ada komentar