Pemkot Surabaya hadirkan Program Ceria: Membangun Karakter Anak Melalui Literasi Keluarga
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan inisiatif baru yang diberi nama Program Ceria (Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini Itu Asyik) pada tahun 2026. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memperkuat literasi keluarga sekaligus membentuk karakter anak sejak dini. Dengan pendekatan yang berfokus pada interaksi emosional antara orang tua dan anak, program ini menawarkan metode sederhana namun efektif dalam membangun fondasi pengasuhan yang lebih baik.
Mengapa Literasi Keluarga Penting?
Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, menjelaskan bahwa literasi bukan hanya sekadar membaca atau menulis, tetapi juga melibatkan komunikasi dan interaksi yang terjalin antara anggota keluarga. Ia menekankan bahwa aktivitas seperti mendongeng bisa menjadi alat efektif dalam membangun keterampilan bahasa serta meningkatkan imajinasi anak.
“Jadi, literasi itu dibangun mulai usia dini, dan literasi itu bisa dilakukan oleh semua orang. Contohnya dengan mendongeng,” ujar Rini setelah membuka bimbingan teknis (Bimtek) Program Ceria di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya.
Dalam diskusi tersebut, ia menyampaikan bahwa mendongeng tidak hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Aktivitas ini mendorong keterlibatan ayah maupun ibu dalam proses pembelajaran anak, sehingga memberikan dampak ganda terhadap perkembangan anak.
Manfaat Mendongeng bagi Perkembangan Anak
Menurut Rini, kegiatan mendongeng memiliki peran penting dalam mengasah kemampuan komunikasi dan kreativitas anak. Dengan cerita yang disampaikan secara aktif oleh orang tua, anak akan belajar bagaimana menyusun kalimat, memahami makna, dan mengembangkan daya imajinasi mereka.
“Ketika mendongeng dilakukan oleh seorang ibu atau ayah, anak nanti bisa memiliki kosakata yang banyak dan imajinasi yang luas,” jelasnya.
Selain itu, aktivitas ini juga menciptakan suasana yang hangat dan penuh kasih sayang antara orang tua dan anak. Rini menekankan bahwa hal ini sangat penting dalam membangun hubungan keluarga yang kuat dan harmonis.
Antusiasme Peserta Bimtek Ceria
Rini juga mengapresiasi antusiasme peserta Bimtek Ceria 2026, khususnya para orang tua muda. Menurutnya, tingginya partisipasi menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kesadaran untuk membangun kedekatan dengan anak melalui cara-cara sederhana.
“Antusiasnya luar biasa, berarti seorang ibu, wabil khusus, ibu-ibu muda di Kota Surabaya, itu masih punya ketertarikan atau mempunyai motivasi untuk bisa membangun bonding dengan anaknya,” tambahnya.
Strategi Pemkot Surabaya dalam Memperkuat Literasi
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa Program Ceria merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat literasi masyarakat. Program ini dirancang khusus untuk keluarga pemula agar dapat meningkatkan kualitas pengasuhan anak sejak dini.
“Harapan kami, keluarga pemula itu bisa bercerita dan memberi wawasan kepada putra-putrinya,” ujar Yusuf.
Program ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital saat ini. Dengan pendekatan yang berbasis komunikasi dan interaksi, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun generasi yang lebih berkarakter dan berliterasi tinggi.
Program Ceria Surabaya menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung pertumbuhan anak. Dengan fokus pada literasi dan komunikasi, program ini tidak hanya memperkaya pengetahuan anak, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Dengan demikian, program ini menjadi langkah strategis dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.***

>
>

Saat ini belum ada komentar