Arjuna Rizky: PKL Keluar karena Pasar Tak Layak, Bukan Sekadar Melanggar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Arjuna Rizki Dwi Krisnayana saat sidak di Pasar Tumpah Krukah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAWALSURABAYA.COM – Polemik pasar tumpah di Pasar Krukah, Kelurahan Ngagel Rejo kembali mencuat. Namun kali ini, sorotan tak lagi sepenuhnya diarahkan ke pedagang kaki lima (PKL).
Fakta di lapangan menunjukkan, kondisi pasar yang kumuh dan tidak terawat justru menjadi pemicu utama pedagang “tumpah” ke luar area.
Alih-alih sekadar melanggar aturan, para pedagang memilih keluar karena pasar dinilai tak lagi layak dan sepi pembeli. Mereka mencari titik yang lebih hidup demi bertahan.
Pasar Krukah sendiri berada di kawasan RW 5, 8, dan 9. Mayoritas pedagang adalah warga sekitar yang menggantungkan hidup dari aktivitas ekonomi lokal tersebut.
Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Arjuna Rizky, menegaskan persoalan ini tidak bisa dilihat sepihak.
“Jangan hanya melihat PKL-nya yang keluar ke jalan, tapi lihat kenapa mereka keluar. Kalau kondisi pasar tidak layak, kumuh, dan tidak menarik pembeli, wajar mereka mencari ruang yang lebih hidup. Ini bukan semata pelanggaran, tapi refleksi dari kurangnya perhatian terhadap fasilitas pasar,” ujarnya.
Menurutnya, penertiban tanpa pembenahan hanya akan memindahkan masalah, bukan menyelesaikan.
Pedagang berisiko kehilangan penghasilan, sementara aktivitas ekonomi tetap berjalan—hanya bergeser lokasi.
Arjuna pun mendorong Pemkot Surabaya segera melakukan revitalisasi menyeluruh. Mulai dari infrastruktur, zonasi, hingga pengelolaan kebersihan harus dibenahi.
“Kalau pasarnya layak, bersih, dan nyaman, pedagang tidak perlu disuruh—mereka akan kembali sendiri. Tugas pemerintah adalah menghadirkan tempat yang pantas untuk mereka mencari nafkah,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis terhadap PKL. Menurutnya, pedagang bukan sumber masalah, melainkan bagian dari kekuatan ekonomi rakyat.
Pasar Krukah dinilai punya potensi besar sebagai pasar lingkungan berbasis warga. Dengan penataan yang tepat, kawasan ini bisa menjadi contoh keseimbangan antara ketertiban kota dan ekonomi kerakyatan.
“Penertiban jangan didahulukan sebelum pembenahan dilakukan,” tegas Arjuna. (dk/nw)
- Penulis: Diagram Kota

>
