Kalteng dan Jatim Perkuat Kolaborasi Ekonomi Melalui Misi Dagang
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) memperkuat kerja sama ekonomi melalui misi dagang yang berlangsung di Palangka Raya. Kunjungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ke Kalteng pada Kamis (23/4/2026) menjadi momen penting dalam membangun sinergi antar daerah, khususnya dalam sektor perekonomian, pemenuhan kebutuhan pokok, dan penguatan ketahanan pangan.
Potensi Ekonomi yang Masih Terbuka
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menekankan bahwa potensi sumber daya alam Kalteng tidak hanya terbatas pada pertambangan dan kehutanan, tetapi juga mencakup pariwisata serta keanekaragaman flora dan fauna yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Ia menyatakan bahwa Kalteng memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata yang bisa mengalahkan Bali jika dikelola dengan baik.
“Kalteng sangat menjanjikan dalam sumber daya alam. Semua flora dan faunanya ada. Kalau mau jual pariwisata, sebenarnya lebih hebat dari Bali,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan potensi ini, Pemprov Kalteng telah memetakan strategi pembangunan melalui pembagian tiga zona wilayah: Zona Barat, Zona Tengah, dan Zona Timur. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan investasi riil dan mempercepat nilai tambah komoditas mentah.
Kerja Sama yang Berdampak Positif
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan antusiasmenya atas pelaksanaan misi dagang ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Kalteng selalu membawa dampak positif. Menurutnya, kolaborasi ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua provinsi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kalteng saat ini didominasi oleh lima sektor utama: pertanian, perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, dan pertambangan. Meski pertumbuhannya positif, Kalteng masih menghadapi tantangan serius dalam rantai pasok. Pasokan kebutuhan barang masih sangat bergantung pada kiriman dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa.
“Kami menyadari struktur ekonomi daerah masih menghadapi tantangan pasokan barang dari luar daerah, khususnya Jawa, serta dinamika ekonomi global. Kami berharap forum ini dapat membangun kemitraan berkelanjutan antara pelaku usaha Kalteng dan Jawa Timur,” ujar Agustiar Sabran.
Antusiasme dalam Misi Dagang
Misi dagang kali ini menunjukkan tingginya antusiasme dan perputaran ekonomi. Khofifah menyebutkan bahwa hingga jam 10.30, transaksi telah mencapai nilai yang sangat signifikan. Angka ini terus meningkat hingga jam 5 sore.
“Dan sampai dengan jam 10.30 tadi, alhamdulillah transaksinya sudah mencapai nilai yang sangat signifikan. Angka ini terus akan bergerak sampai nanti jam 5 sore,” imbuhnya.
Strategi dan Tujuan Misi Dagang
Tujuan utama dari misi dagang ini adalah mempererat sinergisitas dan kerja sama strategis antara Kalteng dan Jatim. Dalam hal ini, fokus utama adalah pada sektor perekonomian, pemenuhan kebutuhan pokok, dan penguatan ketahanan pangan. Selain itu, misi ini juga bertujuan untuk membangun kemitraan berkelanjutan antara pelaku usaha di kedua provinsi.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat meningkatkan akses pasar, memperluas jaringan bisnis, dan memperkuat ekonomi daerah. Selain itu, kerja sama ini juga menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan memperkuat ketahanan pangan di Kalteng.
Rekomendasi dan Harapan Masa Depan
Dalam rangka memperkuat kerja sama, Pemprov Kalteng dan Jatim berencana untuk terus melakukan misi dagang dan forum diskusi bersama. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kolaborasi antar daerah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, kedua provinsi juga akan fokus pada pengembangan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan sistem distribusi barang. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat posisi Kalteng sebagai daerah dengan potensi ekonomi yang besar.***

>

Saat ini belum ada komentar