Kinerja Ekspor IKM Surabaya Melampaui Target, Menjadi Bukti Daya Saing yang Tinggi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Surabaya mencapai angka fantastis yaitu 2,7 juta Dollar AS. Angka ini jauh melampaui target awal pemerintah kota yang hanya sebesar 1 juta Dollar AS. Kinerja ini menjadi bukti bahwa produk-produk dari IKM Surabaya memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Komoditas Ekspor yang Beragam dan Menggembirakan
Beberapa komoditas yang diekspor oleh IKM Surabaya antara lain furniture, dekorasi rumah, fashion, alas kaki seperti sandal dan sepatu, serta produk olahan makanan seperti rendang. Produk-produk ini menunjukkan keberagaman dan kreativitas pelaku usaha lokal dalam memenuhi permintaan pasar internasional.
Dukungan Pemkot Surabaya untuk Pengembangan IKM
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, mengungkapkan bahwa kinerja ekspor ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah kota dan pelaku usaha. Ia menekankan bahwa Pemkot Surabaya tidak selalu berada di depan, tetapi lebih fokus pada pendampingan agar perusahaan dan UMKM terus berkembang.
“Kita ingin anak muda Surabaya tidak ragu lagi untuk mendunia,” ujarnya. Pemkot Surabaya juga akan memperkuat kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk memberikan pelatihan bagi pengusaha muda.
Proses Seleksi dan Pelatihan yang Ketat
Agus Hebi Djuniantoro, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), menjelaskan bahwa proses seleksi dan pelatihan dilakukan secara ketat. Awalnya ada sekitar 80 pelaku IKM yang mendaftar, kemudian diseleksi untuk memastikan standar kualitas ekspor. Setelah itu, 36 perusahaan dinyatakan siap untuk ekspor.
“Kami memberikan coaching clinic kepada 80 pelaku usaha tersebut. Setelah dikurasi secara mendalam, kami menemukan 36 perusahaan yang dinyatakan benar-benar siap untuk ekspor,” tambahnya.
Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Target utama dari festival ini bukan sekadar angka ekspor, melainkan dampak turunannya terhadap kesejahteraan warga Surabaya. Dengan meningkatnya kelas para pelaku usaha, diharapkan tercipta penyerapan tenaga kerja baru.
“Karena kita sudah mengangkat kelas para pelaku usaha, dampak yang kami harapkan adalah terserapnya tenaga kerja baru,” ujar Hebi. Oleh karena itu, dalam acara ini juga diselenggarakan Job Fair secara simultan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Industri
Stefanus Sugeng Irawan, CEO Performa Optima Group, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan platform kolaboratif yang mempertemukan inovasi, peluang, dan solusi nyata bagi perkembangan industri dan ketenagakerjaan.
“Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif,” katanya. Ia percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif.
Kinerja ekspor IKM Surabaya yang melampaui target menunjukkan potensi besar dari sektor industri kecil dan menengah. Dukungan pemerintah, pelatihan yang ketat, serta kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam kesuksesan ini. Dengan kinerja ini, Surabaya semakin menegaskan dirinya sebagai pemain utama dalam industri kreatif di pasar dunia.***

>
>
Saat ini belum ada komentar