DPRD Surabaya Kaji Sistem Sanitasi Berkelanjutan dengan Pendanaan Internasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

DPRD Surabaya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya, salah satu kota terbesar di Indonesia, tengah menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sanitasi. Dengan pertumbuhan penduduk yang pesat dan kompleksitas wilayah yang luas, pemerintah setempat berupaya keras untuk meningkatkan kualitas layanan air limbah. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengkaji potensi hibah internasional dari negara-negara seperti Jerman dan Kanada.
Pendekatan Inovatif dalam Pengelolaan Limbah Domestik
Pansus Raperda Air Limbah Domestik DPRD Surabaya telah memulai pembahasan terkait skema pembiayaan yang lebih efektif. Anggota Pansus sekaligus anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, menekankan pentingnya regulasi daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga lingkungan. Menurutnya, Surabaya perlu segera memiliki regulasi yang serupa dengan kota-kota lain seperti Makassar dan Banjarmasin.
“Surabaya harus segera memiliki regulasi ini. Kuncinya ada pada kesiapan eksekutif dalam menjalankan aturan teknis di lapangan agar tidak ada lagi pencemaran di saluran air permukiman,” ujar Baktiono saat rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Surabaya.
Sumber Pendanaan yang Berkelanjutan
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pemanfaatan basis data pelanggan PDAM Surya Sembada yang mencapai 600.000 sambungan rumah (SR). Skema ini dinilai cukup menjanjikan sebagai sumber pendanaan berkelanjutan (recurring income) untuk operasional pengelolaan limbah. Hal ini mirip dengan pola retribusi sampah yang sudah berjalan.
Selain itu, Baktiono juga menekankan pentingnya kewajiban pengurasan tangki septik minimal tiga tahun sekali guna mencegah kontaminasi air tanah. Ini menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Peran Investor dan Donor Internasional
Pakar Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Joni Hermana, menyatakan bahwa Surabaya memiliki daya tarik besar bagi investor dan donor internasional di sektor sanitasi. Negara-negara seperti Jerman, Kanada, dan Australia menunjukkan minat tinggi untuk memberikan hibah pembangunan infrastruktur pengelolaan limbah domestik.
“Di daerah lain, nilai hibah ini bisa menyentuh angka Rp900 miliar. Untuk Surabaya, potensinya bisa jauh lebih besar mengingat populasi dan kompleksitas wilayahnya,” ungkap Prof. Joni Hermana.
Dia menambahkan, keterlibatan pihak asing biasanya mencakup pengawasan mutu pembangunan dan transfer teknologi. Hal ini dinilai akan menjamin sistem yang dibangun lebih modern dan memiliki daya tahan jangka panjang.
Sinergi antara Regulasi dan Pendanaan Internasional
Dengan adanya sinergi antara regulasi daerah dan dukungan finansial internasional, diharapkan Pemkot Surabaya mampu menghadirkan sistem pengelolaan air limbah yang lebih sistematis dan mandiri secara fiskal. Langkah ini merupakan upaya nyata dalam menjawab tantangan sanitasi yang semakin kompleks.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meskipun terdapat tantangan, peluang untuk meningkatkan kualitas hidup warga Surabaya melalui pengelolaan sanitasi yang lebih baik sangat besar. Dengan pendanaan yang memadai dan regulasi yang tepat, Surabaya dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menghadapi isu lingkungan dan kesehatan publik.
Dalam waktu dekat, DPRD Surabaya akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap regulasi yang akan diimplementasikan. Proses ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.***

>
>
Saat ini belum ada komentar