Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Dokter Ignatius Supit Meninggal Dunia, Tokoh Kemanusiaan yang Membangun Rumah Sakit untuk Orang Miskin

Dokter Ignatius Supit Meninggal Dunia, Tokoh Kemanusiaan yang Membangun Rumah Sakit untuk Orang Miskin

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Dr. Ignatius Supit adalah sosok yang tidak hanya dikenal sebagai dokter, tetapi juga sebagai pionir dalam membangun rumah sakit yang khusus melayani masyarakat kurang mampu. Keberadaannya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama di Surabaya. Ia meninggal dunia pada hari Kamis (19/3/2026) di usia 87 tahun. Kabar ini disampaikan oleh Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, Uskup Surabaya, melalui akun Instagramnya.

Latar Belakang dan Awal Mula Kiprah Dr. Ignatius Supit

Kepedulian Dr. Ignatius Supit terhadap masyarakat miskin lahir dari pengalamannya sendiri. Saat itu, ia mengantarkan putranya mendaftar studi ke kedokteran gigi pada tahun 1970-an. Di sana, ia menyaksikan betapa pentingnya perawatan medis yang ramah terhadap kalangan bawah. Hal ini menjadi awal mula ide pembangunan poliklinik yang khusus melayani orang-orang miskin.

Pada tahun 1979, ia mendirikan klinik umum dan klinik rehidrasi anak di Manyar, Surabaya. Setelah beberapa tahun beroperasi, klinik tersebut dipindahkan ke Medokan Semampir Indah pada tahun 1990 dan resmi menjadi Poliklinik Gigi dan Umum pada 12 November 1991.

Pembentukan Rumah Sakit Gotong Royong

Lima tahun kemudian, pada 1 Januari 1996, Rumah Sakit Gotong Royong mulai beroperasi dengan layanan rawat inap dan kapasitas 50 tempat tidur. Meski bangunan RS Gotong Royong masih sederhana, Dr. Ignatius Supit merancang sendiri gedungnya. Ia menempatkan fasilitas khusus seperti ruang penunggu dan kamar VIP untuk keluarga pasien meskipun kamar kelas ekonomi.

Selain sebagai dokter, ia juga bertindak sebagai direktur, keuangan, pemilik, hingga ketua yayasan. Ia mengajak dokter-dokter lain untuk berkarya sosial tanpa dibayar. “Pasien dengan kasus ringan, sembuh dalam tiga hari. Kalau lebih, harganya diturunkan. Lebih dari seminggu belum sembuh, digratiskan,” jelas Romo Didik, panggilan Mgr Agustinus Tri Budi Utomo.

Keputusan untuk Menyerahkan Rumah Sakit kepada Gereja

Pada tahun 2014, Dr. Ignatius Supit menyerahkan Rumah Sakit Gotong Royong kepada Keuskupan Surabaya agar bisa dikembangkan menjadi rumah sakit pendidikan. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ia berpandangan bahwa rumah sakit ini harus dikelola gereja karena memiliki misi khusus untuk orang miskin.

“Hanya gereja yang bisa men-support supaya rumah sakit bisa tetap melayani orang miskin,” kata Romo Didik mengutip perkataan Dr. Ignatius Supit. Ia juga memiliki prinsip bahwa rumah sakit ini tidak akan mati karena Tuhan yang akan memenuhinya.

Pengembangan Rumah Sakit Gotong Royong

Setelah diserahkan kepada Keuskupan Surabaya, pada tahun 2017 keuskupan bekerja sama dengan Universitas Widya Mandala dan beberapa paroki untuk menambah bangunan untuk ruang laboratorium, Unit Gawat Darurat, Intensive Care Unit dan geriatri. Lansia yang keluarganya tidak bisa merawat karena bekerja bisa dititipkan ke geriatri dengan biaya terjangkau.

Pada tahun 2005, fasilitas rumah sakit yang terletak di Jalan Medokan Semampir Indah Nomor 97, Surabaya ini ditingkatkan menjadi bangunan empat lantai. Rumah sakit ini kini menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C dan terakreditasi Paripurna. Kemudian sejak 2021, RS Gotong Royong resmi menjadi rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Nilai-nilai Idealisme yang Masih Hidup

Sampai hari ini, nilai-nilai idealis kemanusiaan yang diperjuangkan Dr. Ignatius Supit selalu hidup melalui pelayanan kesehatan di RS Gotong Royong. “Rumah sakit sampai sekarang defisit. BPJS hanya menanggung perawatan sampai titik tertentu. Saat pasien tidak bisa dirujuk atau rumah sakit rujukan tidak menerima. Biaya di luar BPJS, dibantu yayasan,” kata Romo Didik.

Bahkan sampai Dr. Ignatius Supit tutup usia, pihak keluarga mengumumkan dana kedukaan yang terkumpul akan digunakan sebagai subsidi biaya pasien di RS Gotong Royong. Dengan demikian, nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkannya akan terus berlanjut.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deretan pantai di Anyer yang masih jadi destinasi favorit wisata seru

    Deretan pantai di Anyer yang masih jadi destinasi favorit wisata seru

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 153
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Liburan akhir tahun ini, Pantai Anyer masih menjadi destinasi favorit bagi banyak wisatawan lokal maupun internasional yang datang untuk menikmati keindahan alamnya. Beberapa lokasi wisata di Anyer dapat direkomendasikan sebagai tempat liburan bersama keluarga. Seperti dilaporkan Kabar Banten melalui kanal YouTube si Paling Channel, berikut adalah pantai di Anyer yang dapat menjadi sumber inspirasi. […]

  • World Habitat Day: Pegadaian Surabaya Galang Komunitas Peduli Lingkungan Tanam Pohon

    World Habitat Day: Pegadaian Surabaya Galang Komunitas Peduli Lingkungan Tanam Pohon

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 311
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka memperingati World Habitat Day, Pegadaian Kanwil XII Surabaya sukses menggelar aksi peduli lingkungan berupa penanaman pohon di kawasan wisata Coban Talun, Batu, Malang, Minggu (13/10/2024). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga habitat dan lingkungan demi masa depan yang lebih baik bagi manusia serta ekosistem lainnya. Acara ini […]

  • Kritik keras dari Danilo terhadap performa Flamengo

    Kritik keras dari Danilo terhadap performa Flamengo

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Seorang pemain andalan tim nasional Brasil, Danilo, menunjukkan kekecewaan yang mendalam setelah kekalahan 3-0 Flamengo dari Red Bull Bragantino dalam pertandingan pekan kesembilan Liga 1 Brasil. Ia menganggap tindakan yang dilakukan oleh rekan-rekannya di lapangan tidak pantas untuk memakai jersey klub besar seperti Flamengo. “Ini adalah kehinaan. Apa yang kita lakukan di lapangan tidak […]

  • Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya: Revitalisasi Wisata Air Surabaya, Potensi yang Masih Terabaikan

    Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya: Revitalisasi Wisata Air Surabaya, Potensi yang Masih Terabaikan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 145
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota besar di Jawa Timur, memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata air yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini mulai memperhatikan kawasan sungai dan pantai sebagai bagian dari strategi perekonomian daerah. Salah satu tokoh yang menyoroti pentingnya pengembangan wisata perairan adalah William Wirakusuma, Wakil Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) […]

  • Ketua Pansus RPJMD Soroti Proyek Strategis JLLB-JLLT, Wujud Pemerataan Pembangunan Kota

    Ketua Pansus RPJMD Soroti Proyek Strategis JLLB-JLLT, Wujud Pemerataan Pembangunan Kota

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 264
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah kota. Ia menyoroti dua proyek strategis, yakni Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) sebagai kunci pemerataan akses dan mobilitas masyarakat dalam lima […]

  • VIRAL” 200 Siswa Dari 12 Sekolah Tingkat TK, SD, dan SMP Kawasan Tembok Dukuh “Keracunan MBG”!!!

    VIRAL” 200 Siswa Dari 12 Sekolah Tingkat TK, SD, dan SMP Kawasan Tembok Dukuh “Keracunan MBG”!!!

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 58
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tembok Dukuh Surabaya menarik semua Makanan Bergizi Gratis (MBG), usai 200 siswa di kawasan tersebut mengalami gejala keracunan, Senin (11/5/2026) siang tadi. Menurut keterangan drg. Tiyas Pranadani Kepala Puskesmas Tembok Dukuh mengatakan, sudah berkoordinasi dengan SPPG terkait, pascalaporan siswa dilarikan ke puskesmas atas dugaan keracunan MBG. Tindaklanjutnya, […]

expand_less