Inisiatif Kemanusiaan Lapas Porong Sidoarjo dalam Membangun Hubungan Keluarga dan Masyarakat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Lapas Porong Sidoarjo, yang terletak di wilayah Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmen tingginya terhadap pemberdayaan warga binaan melalui berbagai inisiatif sosial. Salah satu program terbaru yang diluncurkan adalah kegiatan kunjungan keluarga dan buka puasa bersama yang bertujuan memperkuat ikatan emosional antara warga binaan dengan keluarga mereka. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Safari Ramadan Pemasyarakatan Jawa Timur yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Kebijakan Baru untuk Memperkuat Hubungan Keluarga
Pada Jumat (13/3), Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, menyaksikan langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebijakan baru ini merupakan langkah strategis dalam membangun hubungan yang lebih harmonis antara warga binaan dengan keluarga mereka. “Kunjungan sore hari ini memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk bertemu dengan keluarga mereka secara lebih intim,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya momen seperti ini, terutama bagi warga binaan yang telah lama menjalani masa pidana. “Mereka merindukan suasana rumah dan kehangatan keluarga. Dengan adanya kegiatan ini, mereka bisa merasakan kenyamanan yang sebelumnya tidak pernah dirasakan selama menjalani hukuman,” tambahnya.
Dampak Psikologis yang Positif
Kadiyono juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap psikologis warga binaan. “Kerinduan terhadap keluarga dapat terobati, sehingga mereka lebih semangat menjalani sisa masa pidananya,” jelasnya. Menurutnya, hal ini juga berdampak pada situasi keamanan di dalam lapas, karena warga binaan lebih tenang dan fokus pada proses pembinaan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap sistem pemasyarakatan. “Dengan adanya interaksi langsung antara warga binaan dan keluarga, masyarakat akan lebih memahami bahwa tujuan dari pemasyarakatan adalah untuk memperbaiki perilaku dan membantu warga binaan kembali ke masyarakat,” katanya.
Bakti Sosial untuk Masyarakat Sekitar
Tidak hanya berfokus pada warga binaan, Lapas Porong juga melakukan bakti sosial dengan membagikan sembako dan sayur mayur hasil kebun lapas kepada warga kurang mampu di sekitar lingkungan lapas. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang hidup berdampingan dengan keberadaan lapas.
Menurut Kadiyono, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan. “Kami ingin menunjukkan bahwa lapas bukan hanya tempat penahanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Membangun Komunitas yang Lebih Solid
Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antara lapas dan masyarakat sekitar. Dengan adanya bakti sosial dan pertemuan keluarga, diharapkan tercipta rasa saling pengertian dan dukungan antara pihak lapas dan masyarakat. “Ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan saling mendukung,” kata Kadiyono.
Program yang diluncurkan oleh Lapas Porong Sidoarjo menunjukkan bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya fokus pada penahanan, tetapi juga pada pemberdayaan dan pengembangan warga binaan. Melalui kegiatan seperti kunjungan keluarga dan bakti sosial, Lapas Porong menunjukkan komitmen tinggi dalam membangun hubungan yang lebih baik antara warga binaan, keluarga, dan masyarakat sekitar.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar