Kesiapan Transportasi Kereta Api Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Jumlah perlintasan kereta api sebidang yang tidak memiliki fasilitas penjagaan atau palang pintu menjadi perhatian khusus menjelang arus mudik Lebaran 2026. Di wilayah Jawa Timur, terdapat 295 titik perlintasan yang tidak dilengkapi dengan sistem pengamanan standar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat yang melintasi jalur tersebut.
Fase Persiapan dan Mitigasi Keselamatan
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan berbagai langkah mitigasi darurat bersama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Polda Jawa Timur. Denny menekankan pentingnya edukasi bagi petugas Penjaga Lintasan (PJL) agar dapat memberikan perlindungan optimal kepada pengguna jalan.
“Dari total 1001 perlintasan sebidang, ada 295 yang tidak terjaga. Saya benar-benar concern, mengingat ada 24 KA fakultatif dan tambahan yang akan lewat. Petugas PJL harus diedukasi betul,” ujar Denny dalam wawancara.
Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat koordinasi untuk memitigasi risiko kecelakaan di area-area tersebut. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, terutama saat jumlah pemudik meningkat secara signifikan.
Prediksi Lonjakan Pemudik dan Pengaturan Armada
Menurut data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, jumlah pemudik pada masa angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 533.155 orang. Angka ini meningkat sebesar 7 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, KAI Daop 8 menyediakan total 561.528 tempat duduk selama periode angkutan yang berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026.
Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat, menjelaskan bahwa setiap hari akan tersedia 25.524 kursi dalam 47 perjalanan kereta api. Rincian tersebut terdiri dari 38 KA jarak jauh reguler dan 9 KA jarak jauh tambahan.
Peningkatan Kapasitas Personel dan Pengawasan
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik, KAI Daop 8 menyiagakan 668 personel keamanan gabungan yang terdiri dari internal, TNI, dan Polri. Selain itu, 157 personel tambahan disebar untuk memantau enam titik daerah pantauan khusus demi memitigasi gangguan jalur.
Dalam hal sarana, Daop 8 mengoperasikan 55 lokomotif, 520 kereta, serta 12 Kereta Rel Diesel (KRD) yang telah dinyatakan laik melalui proses ramp check. Fasilitas pelayanan di stasiun juga diperkuat dengan penambahan 23 petugas Customer Service Mobile (CSM).
Perkiraan Volume Pemudik di Stasiun Besar
Volume pemudik diprediksi mengalami kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dua stasiun besar di Surabaya, yaitu Stasiun Gubeng dan Pasar Turi, diproyeksikan menjadi titik konsentrasi massa terbesar di Jawa Timur.
“Untuk di Stasiun Gubeng itu bisa 10 ribu orang per hari, kalau di Pasar Turi di kisaran 8.500 sampai 9.000 penumpang per hari,” ujar Denny.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh pihak KAI dan instansi terkait menunjukkan komitmen untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pemudik. Dengan persiapan yang matang, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar tanpa adanya insiden serius.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar