Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Pemprov Pastikan Hak Pekerja, Pemantauan THR Keagamaan di Jawa Timur Menjelang Lebaran

Pemprov Pastikan Hak Pekerja, Pemantauan THR Keagamaan di Jawa Timur Menjelang Lebaran

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memastikan hak pekerja atas Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan dapat terealisasi sebelum perayaan Lebaran. Sejak peluncuran Posko Pelayanan THR Keagamaan dan Posko Pelayanan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada 25 Februari 2026, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetap terjaga.

Posko yang berada di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur ini menjadi salah satu wadah utama dalam menangani keluhan atau pengaduan dari para pekerja. Selain itu, posko juga bertugas untuk memastikan perusahaan memenuhi kewajibannya sesuai regulasi yang berlaku.

Proses Penyelesaian Pengaduan THR

Hingga hari Selasa, 3 Maret 2026, Posko Pelayanan THR Keagamaan telah menerima delapan pengaduan dari pekerja di berbagai perusahaan di Jawa Timur. Aduan tersebut berkaitan dengan perusahaan yang belum membayarkan THR kepada karyawan. Meski jumlahnya tidak besar, pihak Posko langsung menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, setiap pengaduan yang diterima akan ditampung dan diverifikasi sebelum dilakukan tindakan lapangan. “Setiap laporan yang masuk terus kami tampung di Posko Pelayanan THR. Namun, pengaduan tersebut juga perlu dicek dan diklarifikasi kepada kedua belah pihak yang berkepentingan sebelum melakukan tindakan di lapangan,” jelasnya.

Proses klarifikasi dilakukan untuk memastikan semua masalah dipahami secara objektif. Tujuannya adalah agar penyelesaian dilakukan melalui dialog antara pekerja dan pengusaha. “Kami ingin semua diselesaikan lewat jalur resmi, dengan duduk bersama. Yang penting hak pekerja terpenuhi,” tambah Sigit.

Perusahaan Bisa Bayar THR Lebih Awal

Beberapa perusahaan di Jawa Timur bahkan sudah memberikan THR lebih awal kepada para pekerjanya sejak hari pertama peluncuran posko. Hal ini menunjukkan komitmen sejumlah perusahaan dalam menjalankan kewajiban mereka sesuai ketentuan hukum.

Namun, ada juga perusahaan yang masih mengalami keterlambatan pembayaran THR. Untuk mengatasi hal ini, pihak Disnakertrans Jatim bekerja sama dengan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur. Dengan pendekatan yang profesional, beberapa aduan telah berhasil diselesaikan setelah dilakukan komunikasi langsung dengan pihak perusahaan.

Tantangan dalam Memastikan Kepatuhan THR

Meski proses penyelesaian pengaduan berjalan baik, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah kesadaran perusahaan terhadap kewajiban memberikan THR. Beberapa perusahaan mungkin tidak menyadari bahwa THR adalah hak dasar pekerja yang harus dipenuhi.

Sigit Priyanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan pembayaran THR di seluruh wilayah Jawa Timur. “Jika ada perselisihan antara pekerja dan perusahaan, maka kami harus segera menindaklanjuti dengan mendorong agar penyelesaian persoalan pemberian THR Keagamaan yang belum bisa diberikan dilakukan melalui dialog yang baik antara pekerja dan pengusaha,” katanya.

Upaya Pemerintah dalam Memastikan Hak Pekerja

Selain menangani pengaduan, Pemprov Jatim juga aktif dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada perusahaan tentang kewajiban memberikan THR. Melalui berbagai kegiatan, seperti seminar dan pelatihan, pihak Disnakertrans berupaya meningkatkan kesadaran perusahaan akan tanggung jawabnya terhadap pekerja.

Di samping itu, pemerintah juga menyiagakan sejumlah posko di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Totalnya mencapai 54 posko yang siap menerima pengaduan atau memberikan bantuan kepada pekerja.***

 

Tags

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDIP Surabaya Mulai Penjaringan Ketua DPC, Dukungan PAC Bukan Penentu Utama

    PDIP Surabaya Mulai Penjaringan Ketua DPC, Dukungan PAC Bukan Penentu Utama

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 219
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – PDI Perjuangan Kota Surabaya resmi memulai proses penjaringan Ketua DPC. Tahap awal ini menjadi pintu masuk dalam menentukan sosok calon pemimpin baru setelah posisi Ketua DPC sementara diisi oleh Plt Batara Goa. Meski nama calon berangkat dari usulan Pengurus Anak Cabang (PAC), jumlah dukungan terbanyak tidak otomatis menjamin rekomendasi pusat. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) […]

  • Tak Kenal Maka Taaruf: Cinta, Trauma, dan Keberanian Menerima Nasib

    Tak Kenal Maka Taaruf: Cinta, Trauma, dan Keberanian Menerima Nasib

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Film “Tak Kenal Maka Taaruf” Mengajak Penonton Merenung tentang Kehidupan Emosional DIAGRAMKOTA.COM – Film terbaru yang dirancang oleh rumah produksi Yahywa Titi Mangsa berjudul “Tak Kenal Maka Taaruf” akan membawa penonton dalam perjalanan emosional yang penuh makna. Film ini diadaptasi dari novel karya Mim Yudiarto yang diterbitkan pada tahun 2023. Dengan menggabungkan unsur drama, religi, dan […]

  • Kini gugat cerai, Atalia Praratya terseret kasus dugaan korupsi sang suami, KPK buka peluang untuk periksa istri Ridwan Kamil

    Kini gugat cerai, Atalia Praratya terseret kasus dugaan korupsi sang suami, KPK buka peluang untuk periksa istri Ridwan Kamil

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 127
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kini gugat cerai, Atalia Praratya terseret kasus dugaan korupsi yang dilakukan sang suami. KPK buka peluang untuk periksa istri Ridwan Kamil itu. Atalia Praratya diketahui telah mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya Ridwan Kamil. Sidang perdana gugatan cerai ini bahkan sudah berlangsung, di Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung pada Rabu (17/22/2025). Dalam sidang ini […]

  • Polres Blitar Kota Berhasil Ungkap Kasus Pencurian di 21 TKP Tiga Tersangka Diamankan

    Polres Blitar Kota Berhasil Ungkap Kasus Pencurian di 21 TKP Tiga Tersangka Diamankan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 205
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Blitar Kota Polda Jatim berhasil ungkap kasus pencurian yang dilakukan di 21 lokasi yang berbeda. Tiga tersangka pencurian berhasil diamankan saat melakukan pencurian di swalayan Jalan Raya Dandong Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly mengatakan pencurian dengan pemberatan (curat) itu berhasil diungkap setelah dilakukan penyelidikan. Tim Satreskrim […]

  • Kecerdasan Tidak Dipengaruhi Usia, Inilah 9 Ciri Seseorang yang Dapat Memaksimalkan Kemampuan Emosional Agar Lebih Baik

    Kecerdasan Tidak Dipengaruhi Usia, Inilah 9 Ciri Seseorang yang Dapat Memaksimalkan Kemampuan Emosional Agar Lebih Baik

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 76
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bertambahnya usia tidak serta-merta membuat Anda lebih bijaksana atau lebih kuat secara emosional. Kita semua tahu orang-orang yang justru menjadi lebih getir, lebih kaku, dan lebih tertutup seiring bertambahnya usia. Namun, ada juga yang tampaknya semakin dewasa seiring bertambahnya usia. Mereka menjadi lebih membumi, lebih tangguh, dan lebih damai dengan diri sendiri dan […]

  • Bansos

    Pencoretan Bansos Beras: Lansia dan Disabilitas Surabaya Terjepit, Mana Kesejahteraan HUT ke-80 RI?

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 327
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah gegap gempita HUT ke-80 RI dengan tema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”, kabar miris datang dari warga Surabaya. Lansia dan penyandang disabilitas, yang seharusnya jadi prioritas bantuan sosial (bansos), justru banyak yang dicoret dari daftar penerima. Dengan alasan “sudah sejahtera” berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mereka kehilangan jatah beras […]

expand_less