Desa Gedangan Jombang: Model Inovasi dalam Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Desa Gedangan, yang terletak di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, kini menjadi pusat perhatian nasional setelah diakui sebagai lokasi pembelajaran lapangan untuk program peningkatan mutu layanan kesehatan ibu dan bayi. Program ini dikelola oleh organisasi internasional Jhpiego bersama Kementerian Kesehatan RI. Penilaian ini dilakukan melalui inisiatif Country and Global Leadership (MCGL) yang bertujuan untuk mengembangkan model pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Sinergi Lintas Sektor Membentuk Fondasi Sukses
Kepala Desa Gedangan, Sukarno, menjelaskan bahwa keberhasilan desa ini tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa dengan berbagai stakeholder. “Pemdes Gedangan menjalin sinergi bersama kader kesehatan, Puskesmas Mojowarno, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dalam pelaksanaan kunjungan rumah serta pemantauan kesehatan ibu dan bayi,” ujarnya.
Program ini mencakup pendekatan Quality Improvement (QI) yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan maternal dan neonatal. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih baik dan terstruktur, termasuk pengawasan rutin terhadap kesehatan ibu dan bayi.
Peran Kader Kesehatan dalam Peningkatan Kualitas Layanan
Salah satu elemen penting dalam program ini adalah peran kader kesehatan. Mereka bertindak sebagai mitra utama dalam memberikan dukungan langsung kepada ibu hamil dan bayi. Kunjungan rumah yang dilakukan kader kesehatan menjadi salah satu metode utama dalam memastikan kesehatan ibu dan bayi tetap terpantau secara berkala.
Tim Head Quarter Jhpiego, yang dipimpin oleh Maryjane Lacoste, menyampaikan apresiasi atas praktik yang telah dilakukan di Desa Gedangan. “Kunjungan rumah yang dilakukan kader merupakan bentuk pendampingan personal yang sangat penting dalam memastikan kesehatan ibu dan bayi,” kata mereka.
Pendekatan Komprehensif untuk Keberlanjutan
Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang melalui Puskesmas Mojowarno juga turut berkontribusi dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di tingkat desa. Mereka memberikan pembinaan teknis, supervisi berkala, serta integrasi program sesuai standar pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.
“Dukungan ini memastikan sistem rujukan, pencatatan, dan keberlanjutan intervensi berjalan optimal di tingkat desa,” tambah Sukarno.
Manfaat yang Dirasakan Warga
Warga Desa Gedangan merasakan manfaat nyata dari program ini. Ketersediaan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, serta adanya pendampingan yang intensif dari kader kesehatan, membuat masyarakat semakin percaya diri dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.
Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi warga untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dalam bidang kesehatan. Hal ini memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup mereka sendiri.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meski program ini menunjukkan hasil positif, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya kesadaran masyarakat tetap menjadi isu yang perlu diperhatikan. Namun, dengan komitmen yang kuat dari pemerintah desa dan dukungan dari berbagai pihak, peluang untuk memperluas cakupan program ini sangat besar.
Dengan model inovatif yang telah dibuktikan efektivitasnya, Desa Gedangan menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan perubahan signifikan dalam pelayanan kesehatan. Semangat dan komitmen yang dimiliki oleh seluruh pihak diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar