Persaingan Sengit di Sekolah Dasar Jombang Jelang SPMB 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sekolah dasar (SD) di Kabupaten Jombang kini mulai bersiap menghadapi sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Proses ini masih dalam tahap sosialisasi, namun sejumlah sekolah telah mengajukan penambahan pagu atau daya tampung peserta didik. Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, menjelaskan bahwa pengajuan penambahan pagu bisa dilakukan sejak sekarang meski sosialisasi SPMB akan dilaksanakan pada April.
Mekanisme Pengajuan Penambahan Pagu
Pengajuan penambahan pagu tidak dilakukan melalui data pokok kependidikan (Dapodik), melainkan melalui tautan yang disediakan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP). Rhendra menegaskan bahwa persetujuan dari BBPMP diperlukan sebelum pengajuan dapat diproses lebih lanjut. Setiap sekolah yang mengajukan penambahan pagu wajib menyusun analisis kelulusan, termasuk jumlah siswa lulus dan perkiraan jumlah calon murid di sekitar sekolah. Selain itu, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung juga harus terpenuhi.
Fleksibilitas Jumlah Siswa per Rombongan Belajar
Rhendra juga menekankan bahwa jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) tidak harus terpaku pada 28 siswa. “Boleh lebih dari 28,” ujarnya. Hal ini memberi fleksibilitas bagi sekolah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas ruang kelas yang tersedia. Meski begitu, pengajuan penambahan pagu tetap harus mempertimbangkan aspek akademik dan infrastruktur secara keseluruhan.
Tantangan dan Persiapan Sekolah
Hingga saat ini, Rhendra belum dapat memastikan jumlah sekolah yang mengajukan penambahan pagu. Namun, ia menilai bahwa permintaan penambahan pagu mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan dasar di wilayah tersebut. Persiapan yang matang menjadi kunci agar proses SPMB berjalan lancar dan adil bagi semua calon siswa.
Kesiapan Infrastruktur dan Sarana
Selain analisis kelulusan, sekolah juga harus memastikan kesiapan infrastruktur dan sarana pendukung. Hal ini mencakup ruang kelas, fasilitas kebersihan, serta ketersediaan alat-alat pembelajaran. Rhendra menekankan bahwa setiap pengajuan penambahan pagu harus diiringi dengan komitmen untuk memperbaiki dan memenuhi standar mutu pendidikan.
Reaksi dan Perhatian Masyarakat
Kebijakan penambahan pagu juga mendapat perhatian dari masyarakat. Beberapa orang tua siswa mengeluhkan keterlambatan distribusi kain seragam gratis hingga SPMB, sementara yang lain khawatir dengan ketersediaan tempat duduk di kelas. Seorang wali murid bahkan mengukur jarak rumah ke sekolah menggunakan meteran, menunjukkan tingginya antusiasme dan persaingan dalam pemilihan sekolah.
Langkah Lanjutan dan Prosedur
Setelah pengajuan disetujui oleh BBPMP, informasi akan disampaikan ke dinas untuk diteruskan dalam petunjuk teknis (juknis) SPMB. Proses ini bertujuan untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam penerimaan siswa baru. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang juga terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif jika ada kendala yang muncul.
Kesiapan Sekolah dalam Menghadapi SPMB
Beberapa sekolah telah mempersiapkan diri dengan berbagai inovasi, seperti memperluas ruang kelas, meningkatkan kualitas guru, dan memperbaiki fasilitas. Ini menunjukkan komitmen kuat dari dunia pendidikan di Jombang untuk memberikan layanan terbaik bagi siswa dan orang tua. Meski ada tantangan, semangat dan kerja sama antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat terlihat jelas dalam menyongsong SPMB 2026.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar