Perubahan Kebijakan Terkait Virus Nipah di Singapura
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Singapura akan menghentikan pengawasan suhu terhadap penumpang yang tiba dari daerah yang dilaporkan terkena wabah virus Nipah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengurangan kebijakan kesehatan, setelah situasi wabah di India menunjukkan stabilisasi.
Tidak ada kasus infeksi virus Nipah yang dilaporkan di Singapura terkait wabah di West Bengal atau kasus di Bangladesh. Hal ini disampaikan oleh Badan Penyakit Menular (CDA) pada Jumat. Situasi wabah di West Bengal telah stabil dengan tidak ada kasus baru yang dilaporkan. Selain itu, tidak ditemukan transmisi manusia ke manusia virus Nipah di Bangladesh.
Meskipun kebijakan sedang dikurangi, CDA tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus Nipah. Pengawasan akan terus berlangsung melalui pemeriksaan kesehatan SG Arrival dan Maritime Declaration of Health. Sementara itu, pengumuman kesehatan terkait virus Nipah untuk para penumpang di titik masuk Singapura akan dihentikan.
Kebijakan Pengawasan yang Tetap Berlaku
Meski sebagian langkah pengawasan dihentikan, beberapa mekanisme tetap berjalan. Misalnya, pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba tetap berjalan sesuai dengan standar saat ini. Para pekerja terus diingatkan untuk menerapkan langkah pencegahan terhadap virus Nipah, menjaga kebersihan, serta mencari perawatan jika merasa tidak sehat.
Dokter juga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan infeksi virus Nipah pada pasien dengan gejala yang sesuai dan riwayat perjalanan ke area yang terdampak. Praktisi medis dan laboratorium diwajibkan untuk segera memberi tahu CDA tentang semua kasus yang terkonfirmasi maupun yang dicurigai.
Informasi Dasar Tentang Virus Nipah
Virus Nipah ditularkan terutama melalui paparan kelelawar dan konsumsi air kelapa atau buah-buahan yang terkontaminasi oleh kelelawar. Virus ini memiliki tingkat kematian antara 40 hingga 75 persen dan dapat menyebabkan penyakit mulai dari gangguan pernapasan hingga radang otak.
Gejala umum biasanya dimulai dengan penyakit flu mendadak, sakit kepala, atau demam. Orang-orang mungkin mengalami nyeri tenggorokan, nyeri otot, muntah, pusing, dan kantuk. Pneumonia dan masalah pernapasan lainnya juga dapat berkembang.
Tindakan Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat
Kebijakan kesehatan yang diterapkan di Singapura menunjukkan komitmen untuk memastikan keselamatan masyarakat. Meski situasi wabah di India stabil, CDA tetap mengawasi situasi global terkait virus Nipah dan siap menyesuaikan langkah-langkah kesehatan publik jika diperlukan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar