Peran AI dalam Perekonomian Singapura: Kiprah DBS dan Grab sebagai Contoh
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Singapura, sebuah negara kecil yang terletak di kawasan Asia Tenggara, memiliki tantangan struktural yang unik. Dengan sumber daya alam yang terbatas, populasi yang menua dengan cepat, serta pasar tenaga kerja yang ketat, pemerintah negara ini memandang teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi untuk menghadapi masa depan. Dalam pidato anggaran pada 12 Februari 2026, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyoroti pentingnya AI sebagai keunggulan strategis bagi negara tersebut.
Inisiatif Pemerintah dalam Pengembangan AI
Wong tidak hanya menyampaikan pernyataan umum tentang AI, tetapi juga mengumumkan beberapa inisiatif konkret. Salah satunya adalah pembentukan dewan AI nasional yang akan dipimpin langsung olehnya. Tujuan dewan ini adalah untuk mengawasi pelaksanaan “misi AI nasional” di empat bidang utama: manufaktur canggih, konektivitas, keuangan, dan kesehatan. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun taman AI di kawasan one-north, serta memberikan diskon pajak tambahan bagi perusahaan yang ingin menerapkan AI.
Pemerintah Singapura juga berkomitmen untuk memberikan akses gratis selama enam bulan kepada warga negara yang mengikuti kursus AI. Ini menunjukkan upaya serius dalam membangun kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi era digital.
Peran DBS dan Grab dalam Transformasi Digital
Dalam pidatonya, Wong menyebut dua perusahaan besar Singapura, yaitu DBS dan Grab, sebagai contoh sukses dalam penerapan AI. DBS, bank terbesar di Asia Tenggara berdasarkan aset, telah memperkenalkan AI dalam berbagai layanan. CEO DBS, Tan Su Shan, bahkan mengakui bahwa ia sendiri pernah menggunakan AI untuk penelitian mendadak sebelum rapat klien. Bank ini juga mengembangkan platform AI internal bernama DBS-GPT untuk membantu karyawan dalam membuat konten dan menyederhanakan informasi.
Selain itu, DBS juga melatih lebih dari 11.000 karyawan dalam penggunaan AI secara spesifik sesuai peran mereka. Beberapa posisi baru seperti evaluators AI dan monitor agen telah dibuat untuk memastikan keandalan sistem AI yang digunakan.
Grab, perusahaan transportasi dan layanan digital terbesar di Asia Tenggara, juga menjadi contoh lain dalam penerapan AI. Perusahaan ini telah mengintegrasikan AI dalam berbagai layanan, termasuk pengiriman makanan dan layanan keuangan. Misalnya, Grab menggunakan AI untuk menerjemahkan menu restoran dalam aplikasi pesan makanan, memudahkan pengguna yang bepergian ke luar negeri.
Grab juga aktif dalam pengembangan kendaraan otonom. Perusahaan ini telah menjalin kemitraan dengan perusahaan seperti May Mobility dan Momenta untuk riset dan pengembangan teknologi mobil otonom. Selain itu, Grab juga membeli Infermove, startup pengembang robot pengantar barang, pada Januari 2026.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun kedua perusahaan ini menunjukkan progres signifikan, mereka juga menghadapi tantangan. Grab, misalnya, mencatat laba bersih pertama dalam sejarahnya sebesar $268 juta pada 2025, namun memprediksi pendapatan tahun depan sebesar $4,1 miliar, yang lebih rendah dari ekspektasi. Saham Grab di NASDAQ turun 15,9% sepanjang tahun ini.
Sementara itu, DBS mencatat pendapatan total sebesar 22,9 miliar dolar Singapura pada 2025, tetapi laba bersih turun 3%. Meski demikian, DBS terus berinvestasi dalam pelatihan karyawan dan transformasi digital.
Singapura Sebagai Negara Berbasis AI
Singapura telah lama menjadi pemimpin dalam pengembangan AI. Sejak November 2019, negara ini telah menerbitkan strategi AI dan membentuk Kantor Nasional AI di bawah kelompok Smart Nation dan Pemerintahan Digital (SNDGG). Tujuan utamanya adalah menerapkan AI di berbagai sektor, termasuk transportasi, logistik, kesehatan, pendidikan, dan keamanan nasional.
Pemerintah juga bekerja sama dengan lebih dari 60 perusahaan teknologi global seperti Google dan Microsoft untuk membangun pusat-pusat keunggulan AI di seluruh negara. Dalam anggaran 2026, Singapura juga merencanakan program “Champions of AI” untuk memberikan dukungan transformasi bisnis dan pelatihan kepada perusahaan yang ingin menerapkan AI.
Singapura terus memperkuat posisinya sebagai negara berbasis AI. Melalui inisiatif pemerintah dan komitmen perusahaan seperti DBS dan Grab, negara ini menunjukkan bagaimana AI dapat menjadi alat untuk mengatasi tantangan struktural dan memperkuat ekonomi. Dengan investasi dalam pelatihan, infrastruktur, dan kolaborasi, Singapura siap menghadapi era digital yang semakin kompleks.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar