Hilirisasi Garam Jadi Fokus, PT Garam Perkuat Pasokan Garam Industri Nasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah terus memperkuat ketahanan industri nasional melalui percepatan program hilirisasi garam. Melalui PT Garam (Persero), pembangunan pabrik bahan baku garam industri terus didorong guna memperkuat pasokan garam industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.(06/02/25)
Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan swasembada garam nasional. Dalam kebijakan tersebut, PT Garam mendapat mandat strategis untuk mengembangkan industri garam nasional dari hulu hingga hilir.
Pembangunan pabrik bahan baku garam industri dilaksanakan di sejumlah wilayah strategis, di antaranya Segoromadu dan Manyar di Kabupaten Gresik, serta Sampang, Madura. Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi garam industri yang memenuhi standar kebutuhan sektor strategis, seperti industri kimia, pangan, dan farmasi.

Direktur Supply Chain Management dan Teknologi Informasi ID FOOD, holding BUMN pangan yang menaungi PT Garam, Bernadetta Raras, menyampaikan bahwa hilirisasi menjadi kunci utama dalam menjawab kesenjangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi garam nasional.
“Melalui hilirisasi dan penerapan teknologi modern, PT Garam diarahkan untuk memperkuat pasokan garam industri nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, PT Garam mengadopsi teknologi Mechanical Vapor Recompression (MPR) yang memungkinkan pengolahan air laut secara langsung menjadi bahan baku garam industri dengan kualitas tinggi dan konsisten.
Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta kapasitas produksi nasional.
Selain pabrik bahan baku industri, PT Garam juga mengembangkan pabrik garam olahan untuk industri pangan dan minuman dengan kapasitas sekitar 80 ribu ton per tahun.
Seluruh bahan baku produksi tetap bersumber dari garam rakyat, sehingga program hilirisasi juga berkontribusi pada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani garam.
Saat ini, kebutuhan garam nasional diperkirakan mencapai 5,7 juta ton per tahun dan berpotensi meningkat hingga 7,2 juta ton per tahun seiring pertumbuhan sektor industri.
Sementara total produksi dalam negeri masih berada di kisaran 2 juta ton per tahun, sehingga penguatan kapasitas produksi menjadi kebutuhan mendesak.
Melalui pembangunan infrastruktur industri garam ini, PT Garam menargetkan peningkatan pasokan garam industri nasional secara signifikan.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan penghentian impor garam pangan dan farmasi mulai tahun 2026, kecuali dalam kondisi tertentu.
Meski fokus pada industrialisasi, PT Garam menegaskan bahwa petani garam rakyat tetap menjadi pilar utama dalam ekosistem industri garam nasional.
Mengingat Indonesia tidak memiliki tambang garam alami, seluruh produksi garam nasional masih mengandalkan proses evaporasi air laut yang melibatkan masyarakat pesisir.
Ke depan, pengembangan industri garam nasional juga akan diarahkan pada penguatan industri berbasis air laut untuk pemanfaatan berbagai mineral strategis yang dibutuhkan industri nasional.
Dengan sinergi antara pemerintah, Kementerian BUMN, BUMN pangan, pelaku industri, dan masyarakat, PT Garam optimistis hilirisasi garam dapat memperkuat kemandirian pasokan garam industri nasional serta mendukung daya saing industri Indonesia. (dk/nns)

>
