Persoalan Ketenagakerjaan dan Tuntutan Kelas dalam Kasus Marriott International
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kasus hukum yang sedang berlangsung melibatkan Marriott International Inc. menunjukkan permasalahan serius terkait praktik ketenagakerjaan, khususnya dalam penggunaan program visa J-1 untuk mendapatkan tenaga kerja dengan biaya lebih rendah. Seorang pekerja yang menjadi pemimpin tuntutan ini mengatakan bahwa perusahaan seharusnya tidak menghalangi pengajuan sertifikasi kelas dalam kasus tersebut.
Peran Visa J-1 dalam Ketenagakerjaan
Program visa J-1 dirancang untuk memberikan peluang bagi warga asing untuk belajar, bekerja, atau melakukan pertukaran budaya di Amerika Serikat. Namun, dalam beberapa kasus, program ini digunakan sebagai alat untuk memperoleh tenaga kerja murah. Dalam tuntutan terhadap Marriott International, disebutkan bahwa perusahaan diduga menggunakan praktik kriminal untuk memperoleh tenaga kerja dengan upah yang lebih rendah.
“Marriott International Inc. tidak boleh menghalangi sertifikasi kelas dalam tuntutan ini,” kata pekerja tersebut. “Kami percaya bahwa kebijakan perusahaan telah merugikan banyak pekerja.”
Proses Hukum dan Persyaratan Sertifikasi Kelas
Dalam proses hukum, sertifikasi kelas diperlukan untuk memungkinkan sejumlah besar pihak yang terkena dampak tuntutan untuk bersama-sama mengambil langkah hukum. Dalam kasus ini, para pekerja mengklaim bahwa mereka mengalami penindasan dan perlakuan tidak adil karena penggunaan program visa J-1.
“Kami memohon kepada pengadilan untuk menerima sertifikasi kelas agar semua pihak yang terkena dampak dapat berjuang bersama,” tambah pekerja tersebut.
Konteks Hukum yang Lebih Luas
Kasus ini juga mencerminkan tren yang semakin meningkat dalam tuntutan hukum terkait ketenagakerjaan. Banyak perusahaan besar dihadapkan pada tuntutan hukum yang menyangkut pelanggaran hak pekerja, termasuk dalam hal upah, jam kerja, dan kondisi kerja.
“Kami melihat peningkatan jumlah tuntutan hukum yang terkait dengan praktik ketenagakerjaan,” ujar ahli hukum. “Ini menunjukkan bahwa pekerja semakin sadar akan hak-hak mereka dan siap untuk bertindak.”
Peran Pemerintah dalam Pengawasan
Pemerintah juga memiliki peran penting dalam mengawasi penggunaan program visa seperti J-1. Dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan program ini.
“Kami berharap pemerintah akan lebih aktif dalam mengawasi penggunaan program visa J-1 oleh perusahaan besar,” kata seorang pejabat pemerintah. “Ini penting untuk melindungi hak pekerja dan mencegah penyalahgunaan program.”
Dampak pada Pekerja dan Masyarakat
Kasus ini tidak hanya berdampak pada pekerja yang terlibat, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Praktik yang tidak adil dapat mengurangi kualitas hidup pekerja dan menciptakan ketidaksetaraan dalam pasar tenaga kerja.
“Kami berharap pengadilan akan mempertimbangkan kepentingan pekerja dalam kasus ini,” kata seorang aktivis. “Ini adalah kesempatan untuk menegakkan keadilan dan melindungi hak dasar pekerja.”***

>

Saat ini belum ada komentar