Imam Syafi’i Pertanyakan Data Pemkot Surabaya Setahun Eri–Armuji
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i (kanan) dalam FGD “Setahun Kepemimpinan Eri–Armuji, Apa Kabar Surabaya?” ForWan Surabaya (dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi’i mempertanyakan validitas data kinerja Pemerintah Kota Surabaya selama satu tahun kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji. Ia menilai sejumlah angka yang dipublikasikan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan dan berpotensi menyesatkan arah kebijakan.
Kritik tersebut disampaikan Imam dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Setahun Kepemimpinan Eri–Armuji, Apa Kabar Surabaya?” yang digelar Forum Wartawan (ForWan) Surabaya di Aria Centra Hotel, Kamis (5/2/2026).
“Kalau data yang disampaikan berbeda dengan kenyataan di lapangan, wajar publik sulit percaya. Padahal data itu sumber utama kebijakan. Kalau sumbernya keliru, kebijakannya juga berisiko keliru,” tegas Imam.
Warga Mengadu ke Luar Sistem Jadi Alarm
Politisi Partai NasDem itu juga menyoroti fenomena warga yang lebih memilih mengadu ke figur tertentu di luar mekanisme resmi pemerintahan.
“Seharusnya warga datang ke Pemkot atau DPRD. Kalau sekarang sedikit-sedikit larinya ke Cak Ji, berarti ada masalah dalam penyelesaian persoalan di sistem resmi. Ini kritik keras juga untuk kami di DPRD,” ujarnya.
Menurut Imam, kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah kota dan lembaga legislatif.
IPM Tak Dipaparkan, Transparansi Dipertanyakan
Imam turut mengkritik lemahnya transparansi indikator kinerja utama, khususnya absennya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam paparan resmi.
“IPM itu indikator pokok. Kalau tidak ditulis, publik patut bertanya, apakah IPM turun? Kalau turun, kenapa tidak disampaikan?” katanya.

>
