Penataan Ulang Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya: Keadilan dan Akses Pendidikan yang Lebih Jelas
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kota Surabaya kembali melakukan perubahan dalam kebijakan bantuan pendidikan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa. Program Beasiswa Pemuda Tangguh yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan, kini diatur ulang dengan tujuan memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk para mahasiswa dan aktivis muda.
Tujuan Utama: Meningkatkan Keadilan dalam Pemberian Bantuan
Penataan ulang kebijakan ini dilakukan untuk menjawab isu-isu yang sempat muncul sebelumnya, seperti kesalahpahaman mengenai pengurangan atau pemangkasan bantuan pendidikan. Dalam hal ini, pemerintah kota ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa yang memenuhi kriteria akan mendapatkan dukungan secara adil dan transparan. Hal ini juga menjadi bentuk komitmen Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam menegakkan prinsip keadilan sosial.
Mahasiswa Tidak Perlu Khawatir Soal Biaya Kuliah
Salah satu narasumber yang memberikan pernyataan terkait penataan ulang ini adalah Rizky Andranata Prasetya Adi, seorang mahasiswa S2 Manajemen SDM di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sekaligus founder Generasi Arek Suroboyo. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir lagi mengenai biaya kuliah, karena pemerintah tetap bertanggung jawab atas Uang Kuliah Tunggal (UKT) bersama perguruan tinggi.
Menurut Rizky, kebijakan baru ini justru memperkuat sistem pendidikan yang lebih inklusif. Bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, akses pendidikan tetap terjamin tanpa harus mengkhawatirkan biaya. Sementara itu, bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan ekonomi cukup, mereka diharapkan bisa membayar sendiri atau mencari alternatif pendanaan lain seperti CSR, program orang tua asuh, atau skema pendanaan mandiri.
Fokus pada Mereka yang Benar-Benar Membutuhkan
Rizky menekankan bahwa esensi dari program beasiswa ini adalah memastikan bantuan pendidikan disalurkan kepada individu yang benar-benar membutuhkan. Ia menilai bahwa penataan ulang ini bukan hanya sekadar perbaikan administratif, tapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkualitas.
Ia menjelaskan bahwa filosofi beasiswa sejatinya adalah untuk memberdayakan potensi individu, baik yang berprestasi maupun yang kurang mampu. Dengan demikian, kualitas hidup mereka meningkat, serta kesenjangan sosial dapat dikurangi secara bertahap.
Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas
Dalam konteks yang lebih luas, penataan ulang kebijakan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas. Dengan adanya kerja sama antara Pemkot Surabaya dan perguruan tinggi, diharapkan tidak ada lagi kecurigaan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan dana. Selain itu, langkah ini juga bertujuan agar manfaat dari program beasiswa dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, tanpa mengulang kesalahan-kesalahan di masa lalu.
Apresiasi dari Kalangan Akademik dan Masyarakat
Selain dari kalangan mahasiswa, penataan ulang kebijakan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat luas. Banyak warga Surabaya merasa senang karena kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah peduli terhadap kesejahteraan pendidikan masyarakat. Terlebih, dengan adanya peningkatan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, diharapkan semakin banyak generasi muda yang bisa meraih kesempatan belajar dan berkembang.
Penataan ulang Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pendidikan yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan fokus pada kebutuhan nyata masyarakat, kebijakan ini tidak hanya memberikan solusi instan, tapi juga menjadi fondasi untuk pembangunan sosial yang lebih baik di masa depan.***

>

Saat ini belum ada komentar