WHO Situasi Terkini Wabah Penularan Virus Nipah di India
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Virus Nipah (NiV) kembali menjadi perhatian global setelah munculnya dua kasus infeksi yang dikonfirmasi di India. Dalam laporan terbaru, otoritas kesehatan negara tersebut melaporkan adanya dua individu yang terinfeksi virus ini di Negara Bagian Benggala Barat. Kedua kasus tersebut ditemukan pada akhir Desember 2025 dan dirawat di rumah sakit sejak awal Januari 2026.
Pemeriksaan Laboratorium dan Konfirmasi
Pemeriksaan awal menunjukkan indikasi infeksi virus Nipah, namun konfirmasi resmi hanya diperoleh setelah pemeriksaan menggunakan metode Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Kedua pasien adalah perawat dengan usia antara 20 hingga 30 tahun, berasal dari wilayah Barasat, Distrik North 24 Parganas.
Proses Identifikasi dan Pengawasan
Menyusul laporan tersebut, otoritas kesehatan India melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap lebih dari 190 orang yang memiliki kontak erat dengan kedua pasien. Termasuk dalam lingkup pengawasan ini adalah tenaga kesehatan dan masyarakat umum. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa semua sampel yang diambil dari para kontak tersebut negatif terhadap virus Nipah.
Riwayat Wabah di Benggala Barat
WHO menyebutkan bahwa wabah ini merupakan yang ketiga kalinya dilaporkan di Benggala Barat. Sebelumnya, wabah virus Nipah terjadi di Siliguri pada tahun 2001 dan Nadia pada tahun 2007. Hingga saat ini, tidak ada kasus tambahan yang terdeteksi di wilayah tersebut sejak Desember 2025.
Penularan dan Gejala Infeksi
Infeksi virus Nipah dapat menular ke manusia melalui hewan pembawa seperti kelelawar atau melalui makanan yang terkontaminasi air liur, urine, atau kotoran hewan. Penularan juga bisa terjadi dari manusia ke manusia melalui kontak dekat dengan penderita.
Masa inkubasi virus berkisar antara 3 hingga 14 hari, tetapi dalam kasus langka bisa mencapai 45 hari. Gejala awal biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Jika tidak segera ditangani, kondisi bisa berkembang menjadi gangguan neurologis, ensefalitis, atau bahkan kematian.
Tingkat Kematian dan Tindakan Medis
Tingkat kematian kasus (CFR) pada wabah virus Nipah di berbagai negara seperti Bangladesh, India, Malaysia, dan Singapura berkisar antara 40 hingga 75 persen. Angka ini sangat bergantung pada kemampuan negara dalam mendeteksi dini dan memberikan penanganan medis yang memadai.
Hingga saat ini, belum ada obat antivirus maupun vaksin yang secara khusus dirancang untuk mengobati infeksi virus Nipah. Pengobatan utama fokus pada perawatan suportif intensif untuk mengatasi komplikasi pernapasan dan gangguan neurologis.
Peran WHO dalam Penanggulangan Wabah
Virus Nipah telah ditetapkan sebagai patogen prioritas oleh WHO dalam kerangka WHO R&D Blueprint for Epidemics. Tujuannya adalah mempercepat pengembangan langkah-langkah penanggulangan medis dalam menghadapi potensi epidemi dan pandemi.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar