Mensesneg: Kabinet Merah Putih Tidak Akan Dirombak dalam Waktu Dekat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan setelah muncul berbagai spekulasi mengenai kemungkinan adanya perubahan di jajaran kementerian dan lembaga pemerintah.
“Belum, belum (dibicarakan di internal),” ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026). Ia menekankan bahwa hingga saat ini, tidak ada pembicaraan resmi mengenai reshuffle kabinet yang akan segera dilakukan.
Perubahan Jabatan Tunggal yang Terjadi
Meskipun tidak ada perombakan besar-besaran, Prasetyo menyebutkan bahwa satu-satunya perubahan yang terjadi adalah penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).
“Kalau maknanya reshuffle adalah karena ada proses beralihnya jabatan Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang kemarin telah melalui proses fit and proper test di DPR, itu benar,” jelas Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa Thomas meninggalkan posisi Wamenkeu karena penugasan ke tempat lain. Namun, hingga saat ini, belum ada pengganti yang ditentukan untuk mengisi jabatan tersebut.
Proses Penunjukan Pengganti Masih Berlangsung
Prasetyo mengatakan bahwa proses penunjukan pengganti Thomas Djiwandono masih dalam tahap evaluasi. “Belum. Belum, belum. Kan belum selesai proses, proses Deputi apa, Gubernur BI-nya kan belum selesai. (Kandidatnya) Tunggu dulu,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa penunjukan pengganti harus melalui prosedur yang tepat, termasuk melalui fit and proper test yang dilakukan oleh DPR RI. Hal ini bertujuan agar calon yang dipilih memiliki kompetensi dan kredibilitas yang memadai.
Konteks dan Implikasi
Perubahan jabatan Thomas Djiwandono menandai satu-satunya perubahan di kabinet dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun tidak ada reshuffle secara keseluruhan, perubahan ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap penyesuaian struktur jika diperlukan.
Selain itu, keputusan untuk tidak melakukan reshuffle juga menunjukkan bahwa pemerintah sedang fokus pada stabilitas dan kelancaran kerja sama antar lembaga. Dengan demikian, penundaan reshuffle bisa menjadi langkah strategis untuk menjaga konsistensi kebijakan.
Perspektif Publik dan Media
Sejumlah analis dan media sempat memberikan berbagai interpretasi mengenai potensi reshuffle kabinet. Beberapa menyebutkan bahwa perubahan jabatan tertentu bisa menjadi tanda-tanda perubahan arah kebijakan pemerintah. Namun, dengan pernyataan Mensesneg, hal ini tampaknya belum terwujud.
Pernyataan Prasetyo juga memberikan ketenangan bagi publik dan para pemangku kepentingan bahwa pemerintah tetap berkomitmen pada stabilitas dan transparansi dalam pengambilan keputusan.

>

Saat ini belum ada komentar