Pemkot Hadirkan Inovasi Parkir Digital di Surabaya,Cepat dan Transparan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 19 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam pengelolaan parkir. Dengan peluncuran sistem parkir digital, warga dan pengguna jalan diharapkan bisa merasakan manfaat dari transparansi dan kecepatan dalam pembayaran. Sistem ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan antara warga, pemilik usaha, serta para petugas parkir.
Mekanisme Pembayaran yang Lebih Fleksibel
Sistem parkir digital di Jalan Sedap Malam dirancang agar lebih mudah dan cepat. Masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai untuk membayar parkir. Sebaliknya, mereka dapat menggunakan berbagai metode pembayaran seperti e-Toll, e-money, atau QRIS. Hal ini memungkinkan pembayaran langsung masuk ke rekening Pemkot Surabaya tanpa melalui proses manual yang sering kali menyebabkan ketidakjelasan.
“Mekanisme parkir digital ini bisa dilakukan dengan menggunakan e-Toll atau e-money. Juga bisa dilakukan dengan QRIS. Jadi makin banyak pilihannya,” ujar Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya. Ia menekankan bahwa inovasi ini bertujuan untuk membangun kepercayaan dan transparansi dalam pengelolaan pendapatan parkir.
Tujuan Utama: Meningkatkan Kepuasan Warga
Selain kecepatan dan kemudahan, parkir digital juga diharapkan mampu mengurangi konflik antara warga dan petugas parkir. Dengan sistem yang jelas dan transparan, potensi perselisihan akibat kesalahpahaman tentang pembayaran bisa diminimalkan. Eri menegaskan bahwa semua warga adalah saudara dan penting untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
“Semua adalah warga dan saudara saya. Saya ingin transparansi itu dijalankan dengan kejujuran dan kepercayaan. Maka kita lakukanlah parkir non-tunai ini,” tambahnya.
Pengujian Bertahap dan Perluasan
Pengujian parkir digital akan dilakukan secara bertahap. Awalnya, sistem akan diterapkan di 717 titik parkir pada awal hingga pertengahan Januari 2026. Setelah itu, akan dilanjutkan di 716 titik parkir berikutnya hingga akhir Januari 2025. Pada awal Februari 2026, targetnya adalah menerapkan sistem ini di 1.510 titik parkir di seluruh Kota Surabaya.
Trio Wahyu Bowo, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa proses penerapan akan dilakukan secara bertahap agar masyarakat dapat beradaptasi dengan baik. “Sehingga pada awal Februari 2026, parkir digital tergetnya sudah mulai diterapkan di 1.510 titik parkir,” ujarnya.
Persiapan Warga dan Petugas
Eri juga mengimbau kepada warga Surabaya untuk tetap tertib dan konsisten dalam menggunakan sistem pembayaran non-tunai. Ia menegaskan bahwa jika warga tidak siap, maka sistem ini bisa gagal. “Jangan sampai ketika sudah diberlakukan non-tunai, warga nggak siap. Ada yang bayar cash. Kalau nggak diambil kan juga nggak mungkin,” imbuhnya.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski ada harapan besar terhadap sistem parkir digital, beberapa pihak masih khawatir tentang resistensi yang mungkin terjadi. Akademisi menilai bahwa pendekatan humanis diperlukan untuk memastikan keberhasilan penerapan sistem ini. Dengan demikian, pemerintah harus terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar dapat menerima inovasi ini dengan baik.
Parkir digital di Surabaya bukan hanya sekadar perubahan teknologi, tetapi juga langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil, transparan, dan harmonis. Dengan kolaborasi antara pemerintah, warga, dan pemilik usaha, inovasi ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar