Pilot Project Perlinsos Digital, Surabaya Pangkas Bansos Salah Sasaran 25 Persen

Ringkasan Berita:

  • Pemkot Surabaya ditunjuk sebagai pilot project nasional program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital guna mewujudkan akurasi bansos yang transparan dan bebas salah sasaran.

  • Integrasi real-time data antarkementerian sukses memangkas angka penerima bansos tidak berhak (inclusion error) sebesar 25% dan menjaring 43% warga layak yang belum terdata (exclusion error).

  • Mendukung penuh Satu Data Indonesia (SDI), Pemkot Surabaya mencanangkan pembangunan Data Center khusus berbasis teknologi Server AI sebelum tahun 2030.

Surabaya, Diagramkota.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menyukseskan percepatan transformasi digital nasional.

Kota Pahlawan terpilih menjadi salah satu lokasi uji coba (pilot project) program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Program ini digulirkan melalui kolaborasi erat bersama Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) demi menghadirkan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang transparan, akurat, dan tepat sasaran.

Uji coba Perlinsos Digital ini dirancang sebagai cetak biru (blueprint) penyelenggaraan pemerintahan digital menuju Satu Data Indonesia (SDI). Melalui sistem mutakhir ini, data penerima manfaat dioperasikan secara terpadu (interoperabilitas) dengan delapan kementerian atau lembaga negara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa sistem ini menyinkronkan data real-time dari BPS, BKN, Korlantas Polri, BPN, Dukcapil, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian PAN-RB, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

“Implementasi awal di Surabaya pada Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) terbukti efektif. Kita mampu mengeliminasi inclusion error—atau orang yang secara kriteria ekonomi sudah mampu tapi masih menerima bansos—sebesar hampir 25 persen. Sebaliknya, kita bisa mengakomodasi exclusion error, yaitu warga layak yang sebelumnya luput terdata, sebesar 43 persen,” tegas Eddy, Sabtu (1/8/2026).

Perluasan Layanan dan Target Data Center Berteknologi Server AI

Eddy menambahkan, ke depan integrasi data digital ini tidak hanya dikunci untuk urusan bansos semata, melainkan akan diperluas mencakup Program Indonesia Pintar (PIP/BOS), subsidi listrik, BPJS Kesehatan, data perpajakan, hingga pengajuan kredit perbankan.

Rencana digitalisasi jangka panjang Pemkot Surabaya:

  • Integrasi Lintas Sektor: Membuka akses satu pintu untuk seluruh jenis subsidi dari pemerintah pusat dan daerah.

  • Infrastruktur Masa Depan: Menargetkan kepemilikan Data Center mandiri yang ditenagai oleh Server AI sebelum tahun 2030.

  • Validasi Berjenjang: Memanfaatkan akurasi data lapangan dari level dinas hingga pengurus RT/RW.

Pilot Project Perlinsos dan Partisipasi 2 Juta Warga Nasional

Penunjukan Kota Surabaya sebagai episentrum uji coba dinilai karena kesiapan infrastruktur serta koordinasi birokrasi yang solid. Hal tersebut diakui oleh Head of Operations KPTDP, Sekar Audifa.

“Yang paling menentukan bukan hanya teknologinya, melainkan kemampuan seluruh perangkat daerah untuk bekerja secara terkoordinasi. Kami melihat sinergi yang sangat baik antara Diskominfo, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW di Surabaya,” ungkap Sekar.

Sementara itu, Koordinator Gugus Tugas Harian KPTDP, Rahmat Danu Andhika, menyebutkan bahwa secara akumulatif nasional, fase uji coba Perlinsos Digital ini telah melibatkan partisipasi aktif lebih dari 2 juta masyarakat.

Sebagai informasi, KPTDP merupakan lembaga yang dipimpin langsung oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Lembaga ini bertugas mengawal sinkronisasi agenda digitalisasi nasional yang melibatkan kementerian strategis seperti Kemenkeu, Bappenas, BPKP, LKPP, hingga BSSN guna menciptakan lompatan pelayanan publik yang bersih dan modern.

Posting Terkait