Pemkot Surabaya Relokasi Puluhan Usaha Bengkel Jalan Nias

DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat. Salah satu langkah signifikan yang dilakukan adalah relokasi puluhan pelaku usaha bengkel dari Jalan Nias ke Jalan Menur. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk penataan kawasan, tetapi juga memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi para pekerja.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa penataan kawasan tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi Jalan Nias sebagai jalan umum yang aman dan nyaman. “Penataan tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan pelaku usaha, mengingat aktivitas pengecatan serta pengelasan sebelumnya dilakukan di bahu jalan yang memicu kemacetan dan membahayakan lalu lintas,” ujarnya.

Koordinator Bengkel Jalan Nias, Jekti Purwantoro atau dikenal dengan Cak Lewan, mengungkapkan bahwa awalnya dirinya merasa terkejut ketika Wali Kota Eri datang meninjau kawasan tempat mereka bekerja. Namun, setelah berdialog dan melihat langsung lokasi relokasi di Jalan Menur, ia merasa puas dengan fasilitas yang disediakan.

“Setelah melihat kondisinya, kami menilai tempat ini sudah layak dan sesuai untuk mendukung aktivitas perbengkelan. Kami bersyukur difasilitasi lokasi yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja,” kata Cak Lewan.

Sebelum relokasi, aktivitas pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil dilakukan di bahu jalan. Hal ini berisiko bagi pekerja maupun pengguna jalan. “Dulu kami bekerja di pinggir jalan sehingga selalu waspada karena kendaraan melintas sangat dekat. Sekarang kami memiliki tempat yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja tanpa mengganggu lalu lintas,” tambahnya.

Cak Lewan yang telah bekerja di kawasan Jalan Nias sejak 1985 mengungkapkan bahwa sentra bengkel tersebut sudah dikenal masyarakat sejak akhir 1970-an. Pelanggannya tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga Madura, Kediri, hingga Malang.

Saat ini, sekitar 20 pekerja bengkel telah menempati lokasi baru. Mereka tetap melayani pekerjaan pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil seperti sebelumnya. Dalam sehari, seluruh bengkel mampu menangani sekitar enam hingga tujuh kendaraan sesuai pesanan yang masuk.

“Kami juga tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Sesuai janji Bapak Wali Kota, kami tinggal menempati lokasi yang sudah disiapkan. Bahkan, jika masih ada fasilitas yang perlu dilengkapi, Pemkot akan membantu menyediakannya, seperti penambahan atap agar tempat kerja lebih nyaman,” ujar Cak Lewan.

Berikut beberapa poin penting terkait relokasi bengkel di Surabaya:

  • Tujuan utama: Penataan kawasan dan meningkatkan keselamatan.
  • Lokasi baru: Jalan Menur, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo.
  • Fasilitas yang diberikan: Tempat kerja yang lebih aman dan nyaman.
  • Pengeluaran nol rupiah: Pelaku usaha tidak dikenakan biaya apapun.
  • Tanggung jawab Pemkot: Siap membantu melengkapi fasilitas tambahan.

Langkah ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat berperan aktif dalam memastikan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *