Harga Cabai Rawit di Surabaya Tembus Rp80 Ribu per Kilogram Jelang Idul Adha
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah persiapan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga sejumlah bahan pokok mengalami fluktuasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah cabai rawit yang kini mencapai angka Rp80 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi dalam beberapa hari terakhir dan sulit diprediksi oleh para pedagang.
Harga Fluktuatif dan Sulit Diprediksi
Menurut Munawaroh, seorang pedagang sayur di Pasar Wonokromo, harga cabai rawit bergerak sangat dinamis. “Kemarin Rp50 ribu, sekarang Rp65 ribu. Minggu lalu sempat Rp80 ribu. Nggak bisa diprediksi,” ujarnya. Ia menilai kenaikan ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu serta meningkatnya permintaan masyarakat jelang hari raya.
Peningkatan harga juga terjadi pada komoditas lain seperti cabai merah besar dan bawang merah. Di Pasar Wonokromo, cabai merah besar dijual dengan harga Rp60 ribu per kilogram sementara bawang merah naik menjadi Rp60 ribu dari sebelumnya Rp45 ribu. Bawang putih pun berada di angka Rp30 ribu per kilogram.
Stabilitas Harga untuk Komoditas Lain
Meski harga cabai mengalami kenaikan, beberapa bahan pokok lain tetap stabil. Ayam potong dan telur ayam masih terjangkau. Pedagang ayam, Umama, menyatakan bahwa harga ayam saat ini berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram. Sementara telur ayam dijual dengan harga Rp26 ribu per kilogram.
Selain itu, harga daging sapi juga terpantau stabil. Yudi, pedagang daging, mengungkapkan bahwa harga daging sapi masih normal dengan kisaran Rp120-130 ribu per kilogram. Stok daging juga aman karena didatangkan setiap hari dari RPH Surabaya.
Faktor Cuaca dan Permintaan Meningkat
Munawaroh menekankan bahwa kenaikan harga cabai rawit tidak hanya terjadi di Pasar Wonokromo, tetapi juga di pasar-pasar lain. Ia menilai kondisi cuaca yang tidak menentu memengaruhi produksi dan distribusi cabai. Selain itu, permintaan masyarakat yang meningkat jelang Idul Adha turut memengaruhi harga.
Peran Pemerintah dalam Pengawasan
Untuk memastikan ketersediaan dan keamanan bahan pokok, pemerintah Kota Surabaya melakukan pengawasan ketat terhadap hewan kurban. Dalam beberapa waktu terakhir, DKPP Surabaya menemukan kambing yang terkena flu dan skabies. Hal ini menjadi perhatian serius agar hewan kurban tetap layak konsumsi.
Tantangan Ekonomi dan Persiapan Lebaran
Kenaikan harga cabai rawit menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat dalam mempersiapkan lebaran. Namun, dengan stabilitas harga beberapa komoditas lain, masyarakat masih memiliki opsi untuk memenuhi kebutuhan harian.
Bagi masyarakat yang ingin menghemat pengeluaran, beberapa strategi dapat dilakukan seperti membeli bahan pokok secara berkala atau memilih alternatif bahan masak yang lebih murah.
Dengan situasi ini, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengatur anggaran belanja agar tidak terganggu oleh kenaikan harga yang tidak terduga.***

>
>

Saat ini belum ada komentar