BRIDA Surabaya Kembangkan Tambak Mangrove untuk Tingkatkan Hasil Ikan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengembangan sistem budidaya perikanan berbasis silvofishery di Kota Surabaya menjadi salah satu inisiatif strategis yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Konsep ini menggabungkan penanaman mangrove dengan tambak ikan, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Konsep Silvofishery: Gabungan Mangrove dan Tambak Ikan
Dalam keterangannya, Kepala BRIDA Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji menjelaskan bahwa konsep silvofishery merupakan pendekatan inovatif dalam pengelolaan sumber daya pesisir. “Silvofishery adalah penggabungan antara mangrove dan tambak ikan. Ini bukan sekadar kombinasi teknis, tetapi juga upaya memperkuat ekosistem secara keseluruhan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap produktivitas tambak. “Hasil kajian menunjukkan bahwa mangrove justru bisa mendukung pertumbuhan biota perairan, sehingga hasil panen meningkat,” tambahnya.
Peran BRIDA dan DKPP dalam Implementasi
Program ini dijalankan bersama Dinas Kependudukan dan Pemberdayaan Perempuan (DKPP) Kota Surabaya. DKPP fokus pada pembinaan masyarakat, sedangkan BRIDA menangani riset dan pengembangan teknologi serta metode budidaya yang lebih berkelanjutan.
Agus menyatakan bahwa edukasi berkelanjutan kepada petambak menjadi salah satu tantangan utama. “Banyak petambak masih terbiasa dengan metode konvensional. Oleh karena itu, kami siapkan area percontohan agar mereka bisa melihat langsung hasilnya,” katanya.
Tambak Percontohan sebagai Media Edukasi
BRIDA Surabaya telah menyiapkan beberapa tambak percontohan sebagai pilot project. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat memahami manfaat dari konsep silvofishery secara langsung. “Kami harap dengan adanya percontohan ini, petambak akan lebih mudah percaya dan menerapkan sistem ini,” ujar Agus.
Manfaat Lingkungan dan Ekonomi
Selain meningkatkan hasil perikanan, konsep ini juga memiliki potensi besar dalam menjaga lingkungan. Penanaman mangrove dapat mencegah abrasi pantai dan meningkatkan kualitas air. Selain itu, ekosistem yang sehat akan mendukung keberlanjutan usaha perikanan di masa depan.
Langkah Berikutnya
BRIDA akan terus melakukan riset dan evaluasi terhadap implementasi silvofishery. Diharapkan, program ini dapat menjadi contoh sukses yang bisa diterapkan di wilayah lain di Jawa Timur.***

>
>

Saat ini belum ada komentar