PT SMI Pendanaan Besar untuk Infrastruktur Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI telah menyalurkan dana sebesar Rp885,85 miliar kepada Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur. Dana ini akan digunakan untuk mendukung proyek strategis yang bertujuan mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas kawasan. Proyek utama yang akan dibiayai adalah pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) serta pelebaran Jalan Wiyung-Menganti.
Pembiayaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem transportasi kota yang semakin padat akibat pertumbuhan ekonomi dan populasi. Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyatakan bahwa kebutuhan infrastruktur perkotaan semakin mendesak, terutama dalam mengatasi masalah kemacetan yang berdampak langsung pada produktivitas masyarakat.
Tujuan Utama Proyek
Dua proyek tersebut memiliki peran penting dalam memperbaiki sistem transportasi Surabaya. Pembangunan JLLB diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata, sehingga mengurangi beban pada jalan utama. Sementara itu, pelebaran Jalan Wiyung-Menganti ditujukan untuk mengatasi kepadatan kendaraan di salah satu koridor dengan intensitas lalu lintas tinggi.
Proyek-proyek ini menjadi bagian dari 7 proyek infrastruktur perkotaan Surabaya pada periode 2026-2027. Untuk itu, Pemkot Surabaya mengajukan rencana pembiayaan infrastruktur dengan total kebutuhan pendanaan sekitar Rp3,16 triliun.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Reynaldi menjelaskan bahwa proyek ini akan secara langsung mengurangi bottleneck lalu lintas di Surabaya sekaligus meningkatkan efisiensi logistik kota yang menjadi pusat ekonomi Jawa Timur. Oleh karena itu, pembiayaan ini diarahkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan mendukung aktivitas ekonomi kota.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi kepada PT SMI atas dukungan pembiayaan yang diberikan. Ia menekankan bahwa penguatan konektivitas menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kota di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis, sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Surabaya.
Proyek ini nantinya akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem transportasi kota yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. Selain memberikan solusi terhadap persoalan transportasi, proyek ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan.
Kenaikan Belanja Modal dan Pertumbuhan Ekonomi
Dengan adanya dukungan pembiayaan PT SMI, belanja modal diproyeksikan meningkat hingga 40,81 persen dari tahun 2025 ke 2026. Peningkatan ini berpotensi mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Rp29,79 triliun, dengan kontribusi pembiayaan PT SMI diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun.
Dari sisi manfaat langsung, pembangunan ini diharapkan mampu menekan biaya operasional kendaraan, mengurangi waktu tempuh perjalanan, serta meningkatkan keselamatan transportasi. Secara lebih luas, proyek ini juga akan memperkuat aksesibilitas dan mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kota Surabaya.
Peran PT SMI dalam Pembangunan Infrastruktur
Sebagai Development Finance Institution (DFI), PT SMI terus menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Hingga Februari 2026, komitmen pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah telah mencapai Rp37,08 triliun, dengan outstanding sebesar Rp14,90 triliun. Dukungan terhadap Pemerintah Kota Surabaya ini menjadi bagian dari komitmen PT SMI dalam mendorong kota-kota di Indonesia menjadi lebih efisien, terhubung, dan berdaya saing tinggi.***

>

Saat ini belum ada komentar