Pemkot Surabaya Mengambil Langkah Efisiensi BBM dengan Sistem Kerja Fleksibel
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi global yang tidak menentu. Meski belum menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) secara wajib, pihaknya telah mengadopsi sistem Work From Anywhere (WFA) sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini dinilai efektif dalam menjaga efisiensi energi tanpa mengganggu kualitas layanan publik.
Peran WFA dalam Penghematan BBM
Sistem WFA yang diterapkan Pemkot Surabaya memberikan fleksibilitas bagi ASN untuk bekerja dari lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Dalam pelaksanaannya, ASN diarahkan untuk bekerja dari Balai RW terdekat dan dianjurkan menggunakan sepeda angin sebagai transportasi. Bagi yang tetap berkantor di Balai Kota, mereka diminta memanfaatkan transportasi umum. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan meminimalkan konsumsi BBM.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kebijakan WFA tidak hanya bertujuan untuk penghematan BBM, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional pemerintahan. “Kami ingin ASN lebih hemat dalam penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya dalam mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM.
Tunggu Arahan Pusat untuk WFH
Meski sistem WFA sudah diterapkan, Pemkot Surabaya belum menerapkan WFH secara wajib. Eri Cahyadi menyatakan bahwa kebijakan WFH akan diambil setelah adanya regulasi resmi dari pemerintah pusat. “Kami menunggu arahan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” katanya. Menurutnya, dengan adanya regulasi tersebut, pemerintah daerah akan memiliki dasar yang jelas untuk melaksanakan kebijakan tersebut secara serentak.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Surabaya siap menyesuaikan skema kerja jika nantinya pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan resmi terkait WFH. “Kami akan pastikan pelayanan publik tetap optimal sekaligus mendukung upaya efisiensi energi,” tambahnya.
Dukungan untuk ASN yang Tetap Berkantor
Bagi ASN yang tetap berkantor di Balai Kota, pihak Pemkot Surabaya memberikan dukungan dalam bentuk pengaturan penggunaan moda transportasi. Mereka diharuskan menggunakan transportasi umum seperti bus atau taksi online. Hal ini dilakukan agar penggunaan kendaraan pribadi dapat diminimalkan, sehingga berdampak pada penghematan BBM.
Eri juga menekankan pentingnya kesadaran ASN dalam menjalankan kebijakan ini. “Jika rumahnya dekat, cukup mengendarai sepeda angin. Jika jauh, gunakan transportasi umum,” ujarnya. Ia berharap kebijakan ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain di wilayah Jawa Timur.
Kesiapan Pemkot Surabaya untuk Adaptasi Kebijakan Baru
Pemkot Surabaya terus memantau perkembangan situasi global, terutama terkait konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada harga BBM. Dengan situasi yang tidak menentu, pihaknya memastikan selalu siap mengadopsi kebijakan baru yang sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghematan energi. Salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi tentang penggunaan transportasi umum serta pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar