Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Masih Banyak Pengunjung yang Memilih Pembayaran Tunai di Kawasan Wisata Tunjungan Surabaya

Masih Banyak Pengunjung yang Memilih Pembayaran Tunai di Kawasan Wisata Tunjungan Surabaya

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Penggunaan sistem pembayaran parkir digital di kawasan wisata Tunjungan, Kota Surabaya, masih menjadi pilihan kedua bagi sebagian besar pengunjung. Meskipun pemerintah telah menerapkan kebijakan ini untuk meningkatkan transparansi dan mengurangi parkir liar, banyak pengunjung lebih memilih menggunakan uang tunai.

Alasan Utama Penggunaan Uang Tunai

Salah satu alasan utama pengunjung tetap menggunakan uang tunai adalah kebiasaan. Seorang pengunjung asal Dukuh Pakis, Muhammad Fachrul Misbah, mengatakan bahwa ia selalu membawa uang receh dari rumah untuk keperluan seperti membayar parkir. Menurutnya, uang tunai lebih praktis karena tidak perlu membuka aplikasi atau memperhatikan sinyal internet.

“Saya ke mana-mana selalu membawa uang receh dari rumah. Salah satu keperluannya buat bayar parkir,” ujar Fachrul saat berada di kawasan wisata Tunjungan. Ia hanya menggunakan pembayaran digital jika kehabisan uang receh.

Keterbatasan Akses Teknologi

Selain kebiasaan, ada juga faktor keterbatasan akses teknologi yang membuat pengunjung enggan menggunakan pembayaran digital. Beberapa pengunjung mengeluhkan sulitnya mendapatkan sinyal internet yang stabil, terutama saat berkunjung ke area yang ramai. Hal ini membuat mereka merasa tidak nyaman dalam menggunakan metode pembayaran digital.

Seorang pengunjung lain, Angel (23 tahun), menyampaikan bahwa pembayaran digital membutuhkan sinyal internet. “Kalau pakai uang tunai cepat. Sempat ada kekhawatiran kalau pembayaran digital ada orang tak bertanggung jawab, yang bisa memanipulasi kode Qris,” ujarnya.

Dukungan terhadap Digitalisasi

Meski demikian, beberapa pengunjung tetap mendukung kebijakan digitalisasi. Fachrul mengakui bahwa pembayaran digital dapat mengurangi parkir liar dan memberikan transparansi. Namun, ia menyarankan agar pemerintah lebih memperhatikan masyarakat yang tidak memiliki akses ke layanan mobile banking, terutama para lansia.

“Harapan saya kebijakan pembayaran lebih dimatangkan, lebih dirapikan. Saya mendukung kebijakan tersebut karena sekarang teknologi terus berkembang,” tambah Angel.

Tantangan dalam Penerapan Digitalisasi

Penerapan sistem pembayaran digital di kawasan wisata Tunjungan juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat digitalisasi. Selain itu, ada juga keluhan dari petugas juru parkir yang merasa kesulitan dalam mengadaptasi sistem baru.

Beberapa petugas bahkan masih menerima pembayaran tunai meskipun kawasan tersebut sudah memiliki sistem digital. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi belum sepenuhnya optimal.

Masa Depan Pembayaran Parkir Digital

Meski ada tantangan, pemerintah dan pengelola kawasan wisata Tunjungan tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pembayaran digital. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Jadikan Pulau Bali Jantung Pariwisata Berkualitas Dunia

    Pemerintah Jadikan Pulau Bali Jantung Pariwisata Berkualitas Dunia

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 295
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia berkomitmen menjadikan Bali sebagai pusat pariwisata berkualitas. Hal ini ditegaskan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat mengunjungi Desa Wisata Jatiluwih di Tabanan, Bali sebuah desa yang baru saja dinobatkan oleh PBB sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia tahun 2024. Menteri Pariwisata yang didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa lebih […]

  • Anies Baswedan dan Rano Karno Untuk Jakarta, Mungkinkah ?

    Anies Baswedan dan Rano Karno Untuk Jakarta, Mungkinkah ?

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems. DIAGRAMKOTA.COM  – Sering orang tidak mengetahui bahwa kekalahan Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, tidak terlepas dari faktor skenario politik Jokowi, yang tidak menghendaki Ahok menjadi figur politisi cemerlang dan terhebat di masa itu. Bagi Jokowi ketika itu, Ahok merupakan figur politisi yang banyak digandrungi rakyat karena ide-idenya yang cemerlang dan […]

  • Sebelum Digital, 5 Tokoh Ini Jadi Influencer Dunia

    Sebelum Digital, 5 Tokoh Ini Jadi Influencer Dunia

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 329
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pada masa digital saat ini, katainfluencersama dengan tokoh publik yang aktif di media sosial. Mereka mampu membentuk pandangan, memengaruhi perkembangan, hingga menentukan gaya hidup banyak orang hanya melalui unggahan singkat di Instagram, YouTube, atau TikTok. Namun, fenomena yang memengaruhi massa bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Jauh sebelum teknologi muncul, beberapa tokoh sejarah telah lebih […]

  • Ketua DPRD Jatim Temui Mahasiswa Pengunjuk Rasa, Janji Sampaikan Tuntutan ke Pemerintah Pusat

    Ketua DPRD Jatim Temui Mahasiswa Pengunjuk Rasa, Janji Sampaikan Tuntutan ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 577
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Musyafak Rouf, bersama sejumlah anggota dewan, menerima kunjungan ratusan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jatim pada Senin (17/2/2025). Aksi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Jatim Menggugat ini menuntut penolakan terhadap kebijakan efisiensi anggaran di sektor pendidikan, serta berbagai isu lainnya yang dianggap merugikan generasi muda. Musyafak Rouf, setelah mendengarkan […]

  • Kota Pahlawan Disorot Isu Premanisme, Tokoh Masyarakat Bereaksi

    Kota Pahlawan Disorot Isu Premanisme, Tokoh Masyarakat Bereaksi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 122
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Isu premanisme kembali menyeruak di Kota Surabaya menyusul digelarnya kegiatan Silaturahmi Satgas Anti Premanisme dengan Pengusaha yang berlangsung di Balai Kota Surabaya, Jumat. Forum tersebut memantik perhatian publik karena dinilai memunculkan kesan bahwa Kota Pahlawan berada dalam situasi rawan premanisme.(09/01/26) Sorotan tersebut menuai beragam reaksi dari tokoh masyarakat Surabaya. Sejumlah pihak menilai narasi […]

  • Kpu mojokerto

    Kirab ‘Si Jali’ Pilkada Jatim 2024, KPU Kota Mojokerto Kenalkan ‘Kerto Dan Kerti’

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 306
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – KPU Kota Mojokerto menggelar kirab Maskot Pilkada Serentak 2024, yakni “Si Jali” (Jatim Memilih) dari KPU Jatim beserta “Kerto dan Kerti” (Laki-laki dan Perempuan) maskot dari KPU Kota Mojokerto. Mengutip laman Pemerintah Kota Mojokerto, Senin (7/10/2024), kirab maskot dimulai dari Alun-alun Wiraraja Kota Mojokerto, dilanjutkan ke Taman Prapanca, dan berakhir di Benteng Pancasila. […]

expand_less