Ron Kenoly, Pengaruh Pemimpin Perjamuan Kristen yang Mengubah Musik Pujian Modern
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ron Kenoly, seorang pemimpin perjamuan Kristen yang memainkan peran penting dalam membentuk musik pujian modern, meninggal pada usia 81 tahun. Kehidupannya dan karyanya telah memberikan dampak besar bagi komunitas gereja di seluruh dunia. Dengan lagu-lagunya seperti “Ancient of Days,” “Anointing Fall On Me,” dan “Jesus Is Alive,” Kenoly tidak hanya menciptakan lagu-lagu yang menginspirasi tetapi juga merancang cara baru untuk beribadah.
Kenoly dikenal sebagai sosok yang mengajarkan bahwa ibadah bukan sekadar pertunjukan, melainkan proses spiritual yang mendekatkan umat kepada Tuhan. Menurut Bruno Miranda, music director dan rekan dekatnya, Kenoly tidak pernah menjadi seniman atau entertainer. Ia adalah seorang pemimpin perjamuan yang menekankan makna sejati dari pujian, yaitu memandu orang-orang menuju kehadiran Raja segala raja, Yesus Kristus.
Sejarah Karier dan Kontribusi untuk Musik Pujian
Lahir pada 6 Desember 1944 di Coffeyville, Kansas, Kenoly menunjukkan ketertarikan awal terhadap musik. Setelah lulus sekolah menengah, ia pindah ke California untuk mengejar karier di bidang hiburan. Selama masa tugas militer dari 1965 hingga 1968, ia turut serta dalam band Top 40 yang tampil di pangkalan militer. Sebelum fokus pada pelayanan gereja, Kenoly pernah menghasilkan musik R&B secara sekuler dengan nama panggung Ron Keith. Ia kemudian sukses sebagai anggota duet dengan Candy Rae sebelum akhirnya beralih ke jalur musik evangelis.
Pada tahun 1983, ia merilis album pertamanya yang berisi lagu-lagu Kristen, You Ought to Listen to This. Meskipun sempat menghabiskan delapan tahun dalam obskuri, ia tetap setia menjalani panggilan hidupnya. “Saya menghabiskan delapan tahun dalam obskuri, menyanyikan lagu-lagu saya. Di mana pun pintu terbuka, saya akan masuk dan menyanyikan lagu-lagu itu, tanpa mendapatkan uang,” katanya dalam wawancara tahun 2024.
Membentuk Gereja dan Menginspirasi Jemaat
Pada 1985, Kenoly bergabung dengan Jubilee Christian Center di San Jose, California, sebagai pemimpin perjamuan. Dua tahun kemudian, ia menjadi music pastor dan diordenisasi pada 1987. Ia mulai fokus pada pengajaran teologi perjamuan. Pada 1993, ia diangkat sebagai Ambassador of Music gereja tersebut dan mulai memberikan konsultasi ke gereja-gereja nasional tentang pengembangan pelayanan perjamuan.
Menurut Kenoly, pentingnya keseimbangan antara pujian dan Firman Tuhan. “Jika kita hanya memiliki pujian tanpa Firman, kita akan menjadi fanatik. Jika hanya Firman tanpa pujian, kita akan menjadi legalis. Kita butuh keseimbangan ini agar bisa benar-benar beribadah,” ujarnya dalam wawancara tahun 2006.
Buku dan Warisan yang Tak Terlupakan
Selain karya musiknya, Kenoly juga menulis beberapa buku tentang pujian, termasuk kolaborasi dengan pendiri Jubilee Christian Center, Dick Bernal. Pada 1999, ia pindah ke Central Florida, terus melakukan perjalanan internasional sebagai guru, pembicara, dan pemimpin perjamuan.
Pemimpin gereja dan pemimpin perjamuan dari berbagai denominasi mengakui kontribusi Kenoly dalam meredefinisikan ibadah jemaat. Dalam sebuah pernyataan media sosial, Pastor Tony Suarez menyebutnya sebagai “salah satu psalmis terbesar abad ini.” Ia mengingat bagaimana Kenoly memimpin malam pujian yang penuh anugerah di sebuah revolusi tenda pasca-pandemi.
Kehidupan dan karya Kenoly mewakili semangat pujian yang tulus dan tak kenal lelah. Meski tidak pernah menjadi artis, ia meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi komunitas gereja. Ia meninggalkan keluarganya, sementara pengaturan pemakaman belum diumumkan. Namun, warisan spiritualnya akan terus hidup dalam setiap pujian yang dilantunkan oleh jemaat di seluruh dunia.

>

Saat ini belum ada komentar