Gubernur Jawa Timur Periksa Stok dan Harga Bahan Pokok di Pasar Tambakrejo
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 33 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Tambakrejo, Surabaya. Kegiatan ini dilakukan pada Minggu, 15 Februari 2026, pagi hari. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap aman, terutama menjelang bulan Ramadan.
Khofifah berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli guna memantau situasi lapangan secara real-time. Ia menyampaikan bahwa biasanya ada peningkatan permintaan pada dua hingga tiga hari pertama Ramadan yang bisa memengaruhi harga komoditas tertentu. Langkah sidak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan Harga Beberapa Komoditas
Hasil pantauan menunjukkan bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, termasuk cabai rawit merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Cabai rawit merah mencapai Rp85 ribu per kilogram, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram. Daging ayam ras dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram sesuai HET, sedangkan telur ayam ras berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram, sedikit di atas HET Rp30 ribu per kilogram.
“Yang paling dirasakan adalah cabai rawit, daging ayam, dan telur ayam. Untuk daging sapi di Pasar Tambakrejo masih stabil di harga Rp120 ribu per kilogram untuk kualitas terbaik,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa gula mengalami kenaikan sekitar Rp500 sampai Rp800 per kilogram.
Kestabilan Harga Beberapa Bahan Pokok
Meski ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, sejumlah bahan pokok lainnya relatif stabil. Beras premium dijual sekitar Rp16.500 per kilogram, sedangkan beras SPHP seharga Rp12.200 per kilogram. Gula pasir juga tercatat stabil di kisaran Rp17 ribu per kilogram.
Khofifah memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita. Ia meminta agar distribusi ditingkatkan di pasar tradisional sebagai bagian dari langkah intervensi cepat untuk mengatasi gejolak harga.
Pengaruh Tradisi Megengan terhadap Pembelian Masyarakat
Menurut Khofifah, momen megengan yang berlangsung pada hari ini dan esok turut memengaruhi peningkatan pembelian masyarakat. Tradisi ini mendorong warga untuk berbelanja lebih banyak dalam persiapan awal puasa. Meski demikian, ia optimistis bahwa setelah memasuki awal Ramadan, harga akan kembali normal.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus melakukan intervensi distribusi dan penguatan pasokan guna menjaga stabilisasi harga. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberi rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci di tengah dinamika pasar.
Tradisi dan Makna Filosofis dalam Persiapan Ramadan
Di sela sidak, Khofifah juga membeli kue apem dari pedagang setempat. Ia menjelaskan bahwa apem memiliki makna filosofis dalam tradisi megengan masyarakat Jawa sebagai simbol permohonan maaf dan ungkapan syukur menjelang Ramadan. Kue tersebut rencananya akan disajikan dalam kegiatan megengan yang digelar di Masjid Al Akbar Surabaya.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar