Viral! Peristiwa Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Juanda: Tantangan Cuaca Ekstrem dan Keselamatan Penerbangan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar

(ilustrasi)
DIAGRAMKOTA.COM – Peristiwa pesawat gagal mendarat di Bandara Juanda Surabaya kembali menjadi perhatian publik setelah video yang merekam momen tersebut viral di media sosial. Kejadian ini terjadi pada 25 Desember 2025, meski baru-baru ini diketahui oleh masyarakat luas. Video berdurasi 18 detik itu menunjukkan pesawat yang telah membuka roda pendaratan namun mendadak naik tajam sebelum menyentuh landasan. Rekaman ini memicu reaksi dari warga yang menyaksikan langsung serta pengguna media sosial.
Faktor Cuaca Ekstrem yang Berkontribusi
Cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama kejadian ini. Angin kencang dengan perubahan arah yang tidak terduga mengganggu proses pendaratan. Dalam dunia penerbangan, angin silang (crosswind) dan turbulensi rendah sering kali menjadi ancaman serius. Pilot harus melakukan penyesuaian cepat untuk memastikan keselamatan pesawat dan penumpang.
Menurut informasi yang diperoleh, pesawat yang terlibat dalam kejadian ini adalah Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU653 rute Samarinda–Surabaya. Proses pendaratan tidak berhasil pada dua kali percobaan pertama. Akhirnya, pilot memutuskan untuk melakukan go-around, yaitu prosedur standar keselamatan ketika kondisi pendaratan dinilai tidak aman.
Proses Go-Around dan Kesiapan Pilot
Go-around adalah langkah profesional yang dilakukan oleh pilot ketika situasi tidak memungkinkan pendaratan yang aman. Dalam kasus ini, pilot bersama menara pengatur lalu lintas udara sepakat untuk mengalihkan rute ke Semarang. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari risiko yang lebih besar. Meskipun proses ini memakan waktu dan energi, langkah ini menunjukkan komitmen pilot terhadap keselamatan penumpang.
Sejumlah penumpang tampak tenang selama kejadian. Beberapa video yang diunggah dari dalam kabin pesawat menunjukkan suasana yang relatif tenang. Tidak ada laporan korban dalam peristiwa ini. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari maskapai terkait detail lengkap kejadian tersebut.
Penanganan Cuaca Ekstrem di Wilayah Jawa Timur
Cuaca ekstrem masih menjadi ancaman bagi wilayah Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa kondisi cuaca buruk akan terus berlangsung hingga akhir Januari 2026. Oleh karena itu, BPBD Jawa Timur memperpanjang peringatan cuaca ekstrem (OMC) hingga akhir bulan ini.
Pihak bandara juga meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan semua fasilitas dan prosedur keselamatan berjalan dengan baik. Selain itu, para pilot dan petugas bandara terus berkoordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan lain akibat cuaca yang tidak menentu.
Tanggapan Publik dan Media Sosial
Video kejadian ini mendapat respons yang beragam dari netizen. Banyak yang memberikan apresiasi atas keputusan pilot untuk memprioritaskan keselamatan. Sebagian lainnya menyoroti pentingnya kesiapan teknis dan mental pilot dalam menghadapi situasi darurat.
Selain itu, beberapa pengguna media sosial meminta agar maskapai memberikan penjelasan lebih rinci mengenai insiden ini. Mereka menilai transparansi dan komunikasi yang baik sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap industri penerbangan.
Kejadian pesawat gagal mendarat di Bandara Juanda Surabaya menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem tetap menjadi tantangan serius bagi operasional penerbangan. Meskipun pilot dan petugas bandara telah melakukan tindakan yang tepat, perlu adanya peningkatan kesiapan dan koordinasi antar lembaga untuk menghadapi kondisi cuaca yang tidak pasti. Dengan demikian, keselamatan penumpang dan keandalan layanan penerbangan dapat terjamin.***





Saat ini belum ada komentar