Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Layanan Transportasi Libur Nataru 2025/2026 Mencapai 87,43
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Hasil survei yang dilakukan oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) menunjukkan bahwa masyarakat sangat puas dengan layanan transportasi selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Angka kepuasan yang diperoleh mencapai 87,43 dari skala 100, yang masuk dalam kategori “Sangat Puas”. Dalam survei ini, sebanyak 90,9% responden memberikan penilaian positif terhadap pelayanan transportasi selama liburan.
Penyelenggaraan yang Berjalan Lancar
Ketua Tim Kajian Survei IKM Nataru Pustral UGM, M. Zudhy Irawan, menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan koordinasi yang kuat antar instansi dalam mengelola arus perjalanan selama libur akhir tahun. Menurutnya, hasil survei bukan hanya sekadar angka, tetapi juga menjadi cerminan dari kerja keras dan kolaborasi lintas sektor.
“Hasil ini merupakan refleksi dari koordinasi intensif antar-instansi dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik Nataru. Capaian angka 87,43 bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kerja keras kolaborasi lintas sektor,” ujar Zudhy.
Metode Pengambilan Data dan Aspek yang Dinilai
Survei ini melibatkan 9.999 responden di 26 provinsi Indonesia. Pengambilan data dilakukan di 188 titik transportasi seperti rest area, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara. Metode yang digunakan adalah stratified multistage sampling dengan margin of error 2,5%.
Empat aspek utama yang dinilai oleh masyarakat meliputi prasarana, sarana, manajemen transportasi, serta kebijakan pemerintah selama masa libur. Keenam moda transportasi yang dievaluasi adalah angkutan umum jalan, angkutan udara, kereta api, angkutan laut, angkutan pribadi (mobil dan sepeda motor), serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP).
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Selain tingkat kepuasan, survei ini juga mencatat potensi dampak ekonomi Nataru mencapai Rp40,29 triliun. Angka ini terdiri dari Rp20,32 triliun dari sektor transportasi dan Rp19,98 triliun dari sektor nontransportasi. Angka ini sejalan dengan estimasi Kementerian Perhubungan terkait jumlah pelaku perjalanan Nataru 2025/2026 yang mencapai 119,5 juta orang.
Rekomendasi untuk Peningkatan Kualitas Layanan
Berdasarkan hasil survei, Pustral UGM merekomendasikan beberapa perbaikan di setiap moda transportasi. Di antaranya adalah peningkatan kualitas armada dan terminal angkutan jalan, evaluasi harga tiket dan penanganan keterlambatan penerbangan, penyesuaian kapasitas dan diskon kereta api, serta peningkatan kenyamanan dan sistem reservasi digital pada layanan penyeberangan.
Direktur Lalu Lintas Angkutan Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menyatakan bahwa hasil IKM ini menjadi dasar evaluasi kebijakan transportasi ke depan. “Hasil IKM ini menjadi pijakan perbaikan kebijakan di Kementerian Perhubungan, sehingga diharapkan tingkat kepuasan masyarakat dapat terus meningkat pada periode berikutnya,” ujarnya.
Kritik dan Catatan dari Pengamat
Beberapa pengamat memberikan catatan kritis, termasuk pengaturan angkutan barang saat Nataru, keselamatan angkutan darat, serta perlunya standardisasi metode survei agar hasilnya dapat dibandingkan antar tahun.
Persiapan untuk Mudik Lebaran 2026
Rilis hasil survei ini digelar di Auditorium Pascasarjana UGM dan diikuti secara daring. Hasil kajian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi pemerintah dan operator transportasi dalam menghadapi mudik Lebaran 2026, agar perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan berkesan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar