Strategi Pemprov Jatim untuk Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Siapkan Ratusan Pasar Murah 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah merancang berbagai inisiatif untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan. Salah satu langkah utamanya adalah penyelenggaraan pasar murah yang akan diadakan di 110 titik di seluruh kabupaten dan kota di wilayah setempat pada tahun 2026.
Tujuan Pasar Murah
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Iwan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan akses masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok tetap terjangkau. “Kegiatan kali ini merupakan pasar murah pertama yang dilaksanakan Pemprov Jatim, sekaligus mempersiapkan kestabilan harga barang kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan yang diprediksi tiba pada 18 Februari mendatang,” ujarnya.
Iwan menekankan bahwa pasar murah akan diselenggarakan di kelurahan-kelurahan dan desa-desa yang dekat dari permukiman warga. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses bahan pokok yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Daftar Harga Produk yang Dijual
Pemprov Jatim menyediakan berbagai jenis bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Berikut adalah daftar harga produk yang ditawarkan:
- Telur ayam ras: Rp22.000 per kilogram
- Beras medium SPHP: Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per bungkus lima kilogram
- Beras premium: Rp14.000 per kilogram
- Minyak goreng Minyakita: Rp13.000 per liter
- Gula pasir: Rp17.000 per kilogram
- Tepung terigu: Rp10.000 per kilogram
- Daging ayam ras: Rp30.000 per pak
- Bawang putih: Rp6.000 per 250 gram
- Bawang merah: Rp7.000 per 250 gram
Harga-harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang saat ini mencapai kisaran Rp27.000 per kilogram untuk telur ayam ras dan harga lainnya yang lebih tinggi.
Upaya Pemprov Jatim dalam Mengendalikan Inflasi
Selain menjual produk dengan harga terjangkau, Pemprov Jatim juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik inflasi di berbagai daerah. Iwan menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan jumlah titik pasar murah tersebut dapat bertambah jika diperlukan.
“Kami menjual telur ayam ras seharga Rp22.000 per kilogram, jauh lebih murah dari harga di pasaran yang menyentuh Rp27.000 per kilogram. Semua demi menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” kata Iwan.
Dukungan dari Gubernur Khofifah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan arahan untuk memastikan kestabilan harga bahan pokok melalui program pasar murah. Ia juga menekankan pentingnya distribusi stok beras SPHP yang aman, meskipun terdapat kendala dalam proses distribusi.
Khofifah menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok secara layak melalui berbagai program yang diselenggarakan oleh Pemprov Jatim.
Iwan menjelaskan bahwa pasar murah ini bukan hanya sekadar upaya untuk menjaga harga, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi. “Kami menjual telur ayam ras seharga Rp22.000 per kilogram, jauh lebih murah dari harga di pasaran yang menyentuh Rp27.000 per kilogram. Semua demi menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat merasa tenang dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, terutama menjelang bulan puasa. Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus memperluas cakupan pasar murah guna menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.***





Saat ini belum ada komentar