Sal Priadi Bantah Dukung Pelaku Kekerasan Seksual
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sab, 3 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Musisi Sal Priadi tiba-tiba menjadi topik pembicaraan di media sosial setelah sebuah foto dirinya bersama sastrawan Sitok Srengenge beredar luas. Unggahan tersebut langsung memicu respons keras dari netizen, terutama karena Sitok pernah terlibat dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang muncul pada tahun 2013 lalu.
Banyak netizen yang merasa kecewa melihat tampilnya penyanyi lagu Gala Bunga Matahari bersama seseorang yang kasusnya masih meninggalkan luka, khususnya bagi para korban kekerasan seksual. Kritik pun bermunculan, menanyakan sikap dan posisi Sal dalam isu yang sangat sensitif ini.
Merupakan tanggapan terhadap isu yang muncul, Sal Priadi tidak diam saja. Dengan menggunakan akun X (dulu Twitter) miliknya, ia memberikan penjelasan secara terbuka. Sal menegaskan bahwa kehadirannya dalam foto tersebut sama sekali tidak terkait dengan pembelaan terhadap Sitok, melainkan hanya karena hubungan pertemanan.
Sal menyatakan bahwa ia memiliki hubungan yang baik dengan anak Sitok Srengenge, yaitu Laore Siwi Mentari. Kedatangan tersebut, menurut Sal, dilakukan sebagai bentuk keakraban pribadi, bukan sebagai agenda khusus atau pertemuan yang telah dijadwalkan.

“Saya mengunjungi rumah anaknya, (kemudian) masuk ke dalam rumahnya terdapat ayah dan ibunya. Berbincang seperti tamu biasa, lalu diajak berfoto,” tulis Sal Priadi melalui X, dikutip pada Sabtu 3 Januari 2025.
Ia juga menekankan bahwa foto tersebut tidak memiliki arti apa pun selain sebagai bentuk kebiasaan sopan dalam menjadi tamu. Bagi Sal, momen tersebut berlangsung singkat dan tanpa tujuan khusus.
Namun, Sal mengakui bahwa dampak dari foto tersebut jauh lebih besar dari yang ia kira. Ia menyadari bahwa unggahan itu berpotensi melukai perasaan para korban kekerasan seksual, hal yang ia sesali.
“Mengenai hal yang beredar, ternyata sudah menjadi urusan hukum. Sikap saya jelas, saya tidak akan membela. Jika ada pihak yang memutarbalikkan, itu urusan mereka sendiri dengan apa pun yang mereka inginkan terkait hal ini,” tegas Sal.
Selanjutnya, Sal menyampaikan pendiriannya dengan jelas. Ia menegaskan sikapnya mendukung keadilan dan tidak menyembunyikan kemarahannya terhadap tindakan yang pernah dilakukan terhadap Sitok Srengenge. Bahkan, Sal memilih kata-kata tajam untuk mengungkapkan perasaannya.
“Menurut saya jelas, dia tidak baik. Saya akan lebih bijak menerima undangan foto saja, terima kasih,” tutup Sal.
Sebagai informasi, Sitok Srengenge pernah dilaporkan oleh seorang mahasiswa Universitas Indonesia dengan inisial RW ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut terkait dugaan tindakan yang tidak menyenangkan yang diduga menyebabkan kehamilan korban.
Para korban menyatakan bahwa Sitok melakukan pemaksaan dan tindakan penipuan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Peristiwa ini mendapat perhatian publik yang luas karena terlibat dengan tokoh sastra ternama yang memiliki pengaruh besar di Indonesia.
Pada tahun 2014, Sitok pernah ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga saat ini, kasus tersebut dinilai “menghilang” tanpa adanya kejelasan hukum yang memberikan rasa keadilan bagi korban, sehingga terus menjadi luka yang terbuka di ruang publik. ***





Saat ini belum ada komentar