Persebaya Surabaya Puncaki Klasemen Denda Super League 2025/2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar

(vidio)
DIAGRMKOTA.COM – Persebaya Surabaya kini menjadi tim yang berada di puncak klasemen denda Super League 2025/2026. Tim yang dikenal dengan julukan Bajul Ijo ini berhasil menggeser posisi PSM Makassar yang sebelumnya menjadi pemimpin klasemen. Kini, Persebaya memiliki total denda sebesar Rp455 juta.
Kenaikan posisi Persebaya terjadi setelah mendapat tambahan denda sebesar Rp50 juta. Tambahan tersebut berasal dari laga melawan Borneo FC pada 20 Desember 2025. Dalam pertandingan tersebut, beberapa personel panitia pelaksana (panpel) tidak memakai ID Card di area FOP saat pertandingan berlangsung hingga rampung.
Tim-Tim Lain yang Terkena Sanksi Komdis PSSI
Selain Persebaya Surabaya, beberapa klub lain juga menerima sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Salah satunya adalah Malut United yang didenda sebesar Rp70 juta. Sanksi ini diberikan karena enam pemain dan satu ofisial klub mendapat kartu kuning saat melawan PSM Makassar pada 21 Desember 2025.
Di sisi lain, Persija Jakarta juga mendapat sanksi akibat dua pemainnya. Sanksi tersebut terkait dengan laga tandang kontra Semen Padang pada 22 Desember 2025. Dua pemain yang terlibat adalah Fabio Calonego dan Ryo Matsumura. Fabio Calonego mendapat kartu merah langsung dan didenda Rp10 juta serta larangan bermain selama dua laga.
Perubahan dalam Klasemen Denda Super League
Update terkini klasemen denda Super League diberikan oleh PSSI melalui laman resminya pada Senin, 12 Januari 2025 silam. Perubahan ini mencerminkan pergerakan tim-tim yang terindikasi melakukan pelanggaran selama kompetisi berlangsung.
Beberapa tim seperti Arema FC dan Persija Jakarta juga masuk dalam daftar tim yang terkena sanksi. Meski belum menempati posisi teratas, kedua klub ini tetap menjaga posisi mereka di lima besar klasemen denda.
Peran Komdis PSSI dalam Pengawasan Kompetisi
Komdis PSSI berperan penting dalam menjaga disiplin dan keadilan dalam kompetisi sepak bola Indonesia. Setiap kali ada indikasi pelanggaran, pihak komdis akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pemantauan dilakukan secara ketat terhadap perilaku pemain, pelatih, dan ofisial klub. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua tim berkompetisi secara fair play dan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga.
Komentar dari Narasumber
Menurut seorang pengamat sepak bola, “Perubahan dalam klasemen denda menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola Indonesia semakin serius dalam menjalankan aturan disiplin. Ini juga menjadi bentuk penegakan hukum di dalam dunia sepak bola.”
Ia menambahkan, “Persebaya Surabaya yang kini berada di puncak klasemen denda menunjukkan bahwa mereka harus lebih waspada dalam menjalani pertandingan. Tidak hanya fokus pada hasil, tapi juga pada kesopanan dan etika dalam bermain.”
Perubahan dalam klasemen denda Super League 2025/2026 menunjukkan dinamika yang terjadi di tengah kompetisi. Persebaya Surabaya kini menjadi tim yang paling banyak mendapat denda, tetapi hal ini juga menjadi tantangan bagi mereka untuk meningkatkan disiplin dalam bermain.
Tim-tim lain seperti Malut United, PSIM Yogyakarta, dan Persija Jakarta juga mendapat sanksi yang menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola Indonesia semakin ketat dalam menjalankan aturan. Dengan adanya komdis PSSI, diharapkan semua pihak dapat menjaga profesionalisme dan keadilan dalam setiap pertandingan.***





Saat ini belum ada komentar