Perkembangan Kasus Bimtek DPRD Surabaya 2009-2014, Armuji Klarifikasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wawali kota Surabaya armuji dan wakil Bupati Sidoarjo mimik idayana usai sidak PT MTB
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, memberikan penjelasan terkait isu pemanggilan oleh pihak kepolisian terkait kasus Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Surabaya pada periode 2009 hingga 2014. Menurutnya, tidak ada pemanggilan resmi yang dilakukan terhadap dirinya.
Armuji menjelaskan bahwa informasi yang beredar sebelumnya adalah salah kaprah. Ia menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah pemanggilan, melainkan proses penandatanganan ulang dokumen. Proses ini telah dilakukan beberapa waktu lalu oleh anggota DPRD Surabaya masa itu, termasuk sekretaris dewan.
Ia juga memastikan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus tersebut. Menurut Armuji, peristiwa Bimtek pada masa itu terjadi saat Wisnu Wardana masih menjabat sebagai pimpinan DPRD Surabaya.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengonfirmasi bahwa belum ada pemanggilan terhadap Armuji untuk dimintai keterangan terkait kasus Bimtek tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah staf di lingkungan Sekretariat DPRD Surabaya.
Fokus Penyelidikan
Penyidik fokus pada administrasi kegiatan Bimtek, mekanisme penganggaran, serta proses pencairan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya pada periode tersebut. Tujuannya adalah untuk memperjelas peran dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan Bimtek.
Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas tentang bagaimana dana APBD digunakan selama masa Bimtek.
Tanggapan Publik
Isu ini menarik perhatian masyarakat luas, terutama karena keterlibatan pejabat tinggi dalam kasus dugaan korupsi. Meski Armuji membantah keterlibatannya, masyarakat tetap menginginkan transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini.
Selain itu, kasus Bimtek DPRD Surabaya menjadi peringatan bagi para pejabat agar lebih hati-hati dalam mengelola dana publik. Keterlibatan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan.
Langkah Selanjutnya
Polrestabes Surabaya akan terus memantau perkembangan kasus ini. Jika ditemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi, pihak kepolisian akan segera mengambil langkah hukum yang sesuai.
Selain itu, pihak DPRD Surabaya juga diharapkan dapat memberikan penjelasan lengkap terkait kebijakan dan penggunaan dana Bimtek. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami secara jelas bagaimana dana tersebut digunakan dan apakah ada indikasi kesalahan dalam pengelolaannya.
Pentingnya Transparansi
Transparansi dalam pengelolaan dana publik sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Setiap penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan dan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Dalam konteks ini, kasus Bimtek DPRD Surabaya menjadi contoh penting bagi pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan pengawasan dan pengelolaan dana yang lebih baik. Dengan transparansi, pemerintah dapat membangun kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa dana publik digunakan secara efektif dan tepat sasaran.***

>

Saat ini belum ada komentar