Peringatan BMKG Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Wilayah Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pohon dan tiang listrik tumbang usai di terjang angin kencang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di berbagai wilayah besar Indonesia. Dalam laporan resmi mereka, prakirawan Adelia menjelaskan bahwa kondisi konvergensi memanjang di beberapa pulau utama seperti Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi hingga Lampung, serta Banten hingga Jawa Timur menjadi penyebab utama peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan.
Kondisi ini membuat sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai kilat dan angin kencang. Daerah yang terancam meliputi Jakarta, Serang, Surabaya, Tanjung Selor, Kupang, dan Merauke. Sementara itu, kota-kota lain seperti Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Manokwari, Jayapura, Nabire, dan Jayawijaya akan mengalami hujan ringan hingga sedang.
Di sisi lain, beberapa kota besar seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pontianak, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, dan Sorong diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini.
Dampak dari Eks Siklon Tropis Luana
Sebelumnya, BMKG juga melaporkan bahwa fenomena angin kencang dengan kecepatan maksimal 37 kilometer per jam masih dirasakan oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena ini disebut sebagai dampak dari eks Siklon Tropis Luana. Menurut Ari Wibianto, Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, pengaruh angin kencang saat ini masih berkaitan dengan eks Siklon Tropis Luana.
Selain itu, ada gangguan siklonik di lapisan angin atas akibat kemunculan pusat tekanan rendah baru di wilayah Australia sebelah timur. Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak bibit Siklon Tropis 97S sebelumnya.
Peringatan untuk Masyarakat
Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca secara teratur. Langkah-langkah pencegahan seperti menyiapkan perlengkapan keselamatan, menghindari area rawan banjir atau longsor, serta memastikan keamanan rumah dan kendaraan menjadi penting dalam menghadapi cuaca ekstrem.
BMKG juga menyarankan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar ruangan yang berisiko tinggi, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Selain itu, pengguna jalan raya harus lebih berhati-hati karena kondisi cuaca dapat memengaruhi visibilitas dan kestabilan jalan.
Rekomendasi untuk Pemerintah dan Instansi Terkait
Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan dan mitigasi bencana. Ini termasuk memantau curah hujan, memperkuat infrastruktur, serta meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam merespons situasi darurat. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi cuaca ekstrem juga perlu dilakukan secara rutin.
BMKG juga menegaskan bahwa keberlanjutan pengamatan dan pemantauan cuaca menjadi kunci dalam meminimalkan risiko bencana alam. Dengan data yang akurat dan up-to-date, pihak berwenang dapat memberikan peringatan dini yang tepat waktu dan efektif.
Cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan pentingnya peran BMKG dalam memberikan informasi dan peringatan dini. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga meteorologi, risiko bencana dapat diminimalkan. Masyarakat diimbau untuk selalu siap dan tanggap terhadap perubahan cuaca, terutama dalam situasi yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat. ***

>

Saat ini belum ada komentar