Perak Naik Tajam: Dampak Sentimen Global dan Pelemahan Dollar AS
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga logam mulia perak mengalami kenaikan signifikan dalam perdagangan Asia, mencerminkan tren positif yang terjadi di pasar keuangan global. Penguatan harga perak tidak hanya menjadi indikasi dari kondisi ekonomi yang dinamis, tetapi juga menunjukkan bagaimana sentimen investor terhadap aset safe-haven semakin kuat.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Perak
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga perak adalah pelemahan dollar AS. Indeks dollar, yang menjadi indikator nilai mata uang tersebut terhadap sejumlah mata uang utama, dilaporkan berada di dekat level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Pelemahan ini memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia seperti perak, karena investor cenderung melihatnya sebagai alternatif investasi yang lebih stabil dibandingkan aset berbasis dollar.
Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed juga turut berkontribusi pada penguatan harga perak. Setelah beberapa kali penurunan suku bunga, pasar meyakini bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) akan mempertahankan sikap yang lebih akomodatif sepanjang 2026. Hal ini membuat aset non-yielding seperti perak semakin menarik bagi investor.
Peran Aset Safe-Haven dalam Pasar Keuangan
Sentimen safe-haven kembali menguat setelah pelaku pasar mencermati sejumlah faktor risiko global. Ketidakpastian pertumbuhan ekonomi dan dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya mereda mendorong investor untuk mencari aset yang dapat menjaga nilai mereka di tengah volatilitas pasar keuangan.
Perak, selain dikenal sebagai logam mulia, juga memiliki karakteristik sebagai logam industri. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang ingin memperoleh perlindungan sekaligus potensi pertumbuhan. Dalam situasi seperti ini, logam mulia kerap menjadi tujuan arus dana karena dianggap mampu menjaga nilai di tengah ketidakpastian.
Tren Investasi di Tengah Ketidakpastian Global
Penguatan harga perak tidak berdiri sendiri. Permintaan terhadap aset safe-haven secara umum meningkat, tercermin dari pergerakan harga emas yang juga berada di level tinggi. Reuters melaporkan bahwa emas sempat menyentuh rekor baru pada Januari 2026 karena investor global meningkatkan alokasi ke aset lindung nilai, seiring kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dunia dan prospek kebijakan moneter.
Perak dinilai relatif lebih volatil dibanding emas, tetapi dalam fase tertentu dapat mencatatkan kenaikan harga yang lebih tajam ketika sentimen risiko meningkat. Investor mencari alternatif lindung nilai selain emas, dan perak menjadi pilihan yang menarik dalam situasi ini.
Proyeksi dan Prediksi Harga Perak
Prediksi dari para ahli keuangan juga memberikan gambaran bahwa harga perak bisa terus mengalami penguatan. Robert Kiyosaki, salah satu tokoh ternama dalam dunia investasi, memprediksi bahwa harga perak akan tembus 200 dollar AS pada 2026. Prediksi ini didasarkan pada analisis terhadap kondisi pasar dan kebijakan moneter global.
Dalam laporan FXStreet, disebutkan bahwa minat terhadap perak menguat karena investor mencari alternatif lindung nilai selain emas. Penguatan harga perak ini juga menjadi bukti bahwa investor semakin sadar akan pentingnya diversifikasi portofolio, terutama dalam situasi ketidakpastian global.

>
>
>
Saat ini belum ada komentar