Penarikan Produk Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold: Tindakan Cepat BPOM untuk Keselamatan Konsumen
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengambil langkah tegas terkait distribusi produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1. Produk yang diproduksi oleh NestlĂ© ini, dengan nomor izin edar ML 562209063696 serta nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1, diketahui terdampak penarikan dari peredaran. Meski hasil pengujian BPOM menunjukkan tidak ada deteksi toksin cereulide pada sampel produk, otoritas tetap memprioritaskan kehati-hatian karena bayi merupakan kelompok konsumen yang rentan.
Langkah BPOM dalam Mengamankan Pasar Susu Formula
Keputusan BPOM untuk menarik produk tersebut didasarkan pada notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (eurasff) serta The International Food Safety Authorities Network (infosan). Peringatan ini berkaitan dengan potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku minyak arachidonic acid (ARA) yang digunakan dalam produksi susu formula bayi. Meskipun belum ada laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia akibat konsumsi produk tersebut, BPOM tetap mengambil tindakan preventif.
Penghentian distribusi ini juga sejalan dengan instruksi BPOM kepada PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan peredaran serta melakukan penarikan sukarela terhadap produk yang terdampak. Kebijakan ini sudah mulai berlaku sejak beberapa minggu lalu, sesuai informasi yang diperoleh dari karyawan toko perlengkapan bayi di Jakarta Selatan.
Dampak di Tingkat Ritel
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa dampak kebijakan ini sudah dirasakan oleh ritel. Sejumlah toko susu dan perlengkapan bayi di Jakarta Selatan mengaku sudah tidak lagi memesan maupun menerima distribusi produk S-26 Promil Gold pHPro 1. Salah satu karyawan toko menyatakan bahwa stok produk tersebut saat ini sudah tidak lagi dipesan, meskipun sebelumnya sempat tersedia.
âDi kita sih enggak masalah, cuman sudah enggak order lagi dari gudang ya,â ujar karyawan tersebut. Ia menambahkan bahwa penghentian distribusi ini sudah diinformasikan kepada pedagang sejak beberapa waktu lalu, sehingga toko pun mengikuti arahan tersebut dengan tidak lagi melakukan pemesanan ulang produk yang masuk dalam daftar penarikan.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 diimbau segera menghentikan penggunaan dan mengembalikannya ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia. BPOM menegaskan bahwa produk Nestlé lainnya, termasuk varian dengan nomor bets berbeda, tetap aman digunakan.
Toksins cereulide diketahui bersifat tahan panas dan tidak dapat dinonaktifkan melalui proses penyeduhan atau pemasakan biasa. Gejala yang dapat muncul setelah konsumsi bisa terjadi secara cepat, sehingga tindakan preventif sangat penting dilakukan.
Penutup
Kebijakan BPOM untuk menarik produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan konsumen. Meski hasil pengujian tidak menemukan adanya toksin, langkah tegas ini menjadi bentuk kehati-hatian terhadap kelompok rentan seperti bayi. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti imbauan dari BPOM untuk memastikan keamanan produk yang dikonsumsi.





Saat ini belum ada komentar