Pemkab Pastikan Ketersediaan Pangan di Kabupaten Blitar Terjaga dengan Baik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar

Tujuh karung beras Toko Madura hilang disikat pencuri saat tarawih (foto:ist)
DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Blitar kembali menunjukkan kestabilan dalam pasokan bahan pangan pokok, terutama menjelang pergantian tahun. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat telah memastikan bahwa stok beras, telur, hingga daging tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Stok Beras Melimpah di Berbagai Lini Penyimpanan
Berdasarkan data per 22 Desember 2025, DKPP Kabupaten Blitar melaporkan bahwa komoditas strategis seperti beras, telur, dan daging berada dalam kondisi aman. Koordinator Pokja Distribusi dan Cadangan Pangan DKPP, Nanda Ratno Santoso, menyampaikan bahwa total stok beras saat ini mencapai 11.877.750 kilogram.
Stok tersebut disimpan di gudang Bulog Blitar dan didukung oleh cadangan di tingkat penggilingan sebanyak sekitar 250 ton. Menurut Nanda, beras yang tersimpan terdiri dari beras dalam negeri (DN) 2025 sebanyak 8,7 juta kilogram lebih dan beras HGL sebanyak 3,1 juta kilogram lebih. Selain itu, stok jagung juga mencapai 1,9 juta kilogram.
Keberlanjutan Pasokan untuk Masa Mendatang
Dengan tingkat konsumsi masyarakat Kabupaten Blitar yang berkisar pada 1.000 ton per bulan, cadangan beras dan telur yang mencapai 12.670 ton diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan. Secara teknis, ketersediaan di gudang saat ini setidaknya sangat aman untuk memenuhi permintaan pasar selama 3 bulan mendatang.
Selain beras dan telur, stabilitas pasokan protein hewani lainnya juga terjaga dengan baik. Ketersediaan daging sapi dilaporkan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga 6 bulan ke depan, sementara stok daging ayam broiler dipastikan mencukupi untuk 3 bulan mendatang.
Wilayah Blitar Tidak Rentan Kerawanan Pangan
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Blitar, Fauzia Laame, menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Blitar bukan wilayah yang rentan terhadap risiko kerawanan pangan. Hasil pemetaan FSVA tahun ini menunjukkan bahwa desa-desa di Kabupaten Blitar memiliki basis ketahanan yang kuat.
Upaya Pemkab Jamin Kestabilan Harga dan Pasokan
Pemerintah Kabupaten Blitar terus melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan bahan pokok. Salah satunya adalah dengan memantau harga di pasar dan mengimbau masyarakat untuk membeli bahan pokok di tempat resmi.
Selain itu, DKPP juga meminta petani untuk ikut serta dalam memantau harga pupuk bersubsidi yang turun. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi penyalahgunaan atau manipulasi harga yang merugikan para petani.
Peran DKPP dalam Mengawasi Pasokan
DKPP Kabupaten Blitar memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga. Dalam beberapa bulan terakhir, DKPP telah melakukan berbagai inisiatif untuk memperkuat sistem distribusi dan penyimpanan bahan pangan.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain melibatkan pihak Bulog, penggilingan beras, dan mitra kerja di tingkat daerah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat mengakses bahan pangan secara merata dan tanpa gangguan.
Kesiapan Jangka Panjang
Meskipun situasi saat ini stabil, DKPP Kabupaten Blitar tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, fluktuasi harga, maupun ancaman eksternal yang bisa memengaruhi pasokan. Untuk itu, pihak DKPP terus memantau perkembangan dan siap melakukan tindakan cepat jika diperlukan.
Dengan adanya cadangan yang cukup dan sistem distribusi yang terorganisir, Kabupaten Blitar tampaknya siap menghadapi tantangan-tantangan dalam mempertahankan kesejahteraan pangan masyarakatnya.***





Saat ini belum ada komentar