Masalah Kesehatan Mata pada Anak Sekolah di Tulungagung
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi kesehatan mata anak-anak di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menjadi perhatian serius setelah ditemukan bahwa mayoritas dari mereka mengalami kelainan visus. Hal ini terungkap melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat.
Penyebab Utama Kelainan Visus pada Anak Sekolah
Salah satu faktor utama yang menyebabkan kondisi ini adalah penggunaan gawai secara intensif sejak usia dini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan, menjelaskan bahwa paparan radiasi dari perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan televisi dalam durasi panjang meningkatkan risiko miopia pada anak.
“Anak-anak sekarang lebih sering berinteraksi dengan perangkat elektronik dibandingkan bermain di luar ruangan seperti generasi sebelumnya, sehingga risiko kelainan visus menjadi lebih tinggi,” ujarnya.
Selain itu, kebiasaan menggunakan gawai sambil tiduran atau dalam kondisi pencahayaan ruangan yang kurang memadai juga memperberat kerja otot mata dan mempercepat terjadinya gangguan penglihatan.
Faktor Lain yang Berkontribusi pada Kelainan Visus
Tidak hanya faktor lingkungan dan teknologi, kelainan visus juga dapat disebabkan oleh faktor anatomis. Misalnya, bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kelengkungan retina yang tidak normal sehingga cahaya tidak jatuh tepat di retina dan menyebabkan penglihatan kabur saat melihat objek jauh.
Dr Aris Setiawan menambahkan bahwa selain miopia, ditemukan juga gangguan lain seperti prediabetes, prehipertensi, dan gangguan pernapasan pada anak-anak yang menjalani CKG.
Upaya Pencegahan dan Penanganan
Dinkes Tulungagung mendorong pembatasan penggunaan gawai pada anak serta mengimbau agar anak memberi waktu istirahat pada mata. Salah satu cara yang disarankan adalah melihat objek hijau di lingkungan sekitar untuk membantu mengurangi ketegangan pada otot mata.
“Jika sudah mengalami kelainan visus, penanganannya dengan penggunaan kacamata sesuai anjuran medis dan tetap memperhatikan pencahayaan agar otot mata tidak bekerja terlalu berat,” katanya.
Selain itu, Dinkes Tulungagung juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah agar hasil CKG disampaikan kepada orang tua atau wali murid, sehingga penggunaan gawai pada anak dapat dikendalikan dan tidak mengganggu proses belajar.
Peran Orang Tua dalam Pencegahan
Orang tua diharapkan menjadi mitra dalam upaya pencegahan kelainan visus pada anak. Dengan membatasi waktu penggunaan gawai dan memastikan lingkungan yang mendukung aktivitas luar ruangan, orang tua dapat membantu mengurangi risiko miopia pada anak.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan kondisi kesehatan mata anak secara berkala dan mengikuti rekomendasi dari tenaga medis jika diperlukan.
Pentingnya Pemeriksaan Berkala
Program CKG yang dilakukan Dinkes Tulungagung mencakup sekitar 183 ribu anak sekolah dari jenjang SD hingga SMA. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan, termasuk masalah penglihatan, sehingga intervensi dapat dilakukan secepat mungkin.
Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan kesehatan mata yang optimal, sehingga tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan mereka secara keseluruhan.***





Saat ini belum ada komentar